Charles Sanders Peirce - Flsuf Amerika
Pada 1934, filsuf Paul Weiss menyebut Peirce sebagai "filsuf Amerika paling orisinal dan berwarna dan logikawan terbesar Amerika". Webster biografis Dictionary pada tahun 1943 menyampaikan bahwa Peirce adalah "sekarang dianggap sebagai pemikir yg paling asli dan ahli logika terbesar pada zamannya . "
Inovator dalam matematika, statistik , filsafat, metodologi penelitian, dan berbagai ilmu, Peirce menganggap dirinya, pertama dan terutama, sebuah logika. Dia membuat kontribusi besar untuk logika, tetapi logika baginya mencakup banyak apa yang sekarang disebut epistemologi dan filsafat ilmu. Dia melihat logika sebagai cabang resmi semiotika, yg ia pendiri. Pada awal 1886 ia melihat bahwa operasi logis bisa dikerjakan oleh sirkuit beralih listrik ; ide yg sama digunakan dekade kemudian buat memproduksi komputer digital.
Biografi
Charles Sanders Peirce dilahirkan 10 September 1839 di Cambridge, Massachusetts, dia merupakan anak dari seorang ahli matematika Universitas Harvard, dia yaitu seorang ahli ilmu pengetahuan dan seorang filosof”. Keahliannya dibidang ilmu pengetahuan tidak cuma terbatas pada diskursus geologi, kimia, dan fisika, tetapi juga termasuk apresiasi prosedur yg digunakan oleh para pendahulu yg sukses dalam meningkatkan pengetahuan.
Peirce menghabiskan pendidikannya di Universitas Harvard. Sebelum masuk ke Harvard, pada usia 16 tahun, Peirce telah sedang training di laboratorium kimia selama sepuluh tahun, dan sudah membaca logika Whitely. Pendidikannya dikonsentrasikan pada filsafat dan ilmu-ilmu fisika. Sehingga tak heran, dia menerima gelar Master of Art (M.A.) dalam bidang matematika dan kimia, serta dia bekerja selama tiga tahun pada observatorium astronomi Universitas Harvard”.
Peirce memiliki kesamaan dengan ayahnya, ayahnya adalah seorang guru besar matematika dan bekerja pada Coastal and Geodetic Survey selama dua tahun”. Nir mengherankan, pada tahun 1861 sampai 1891 dia bergabung dengan U. S. Coastal & Geodetic Survey. Selain itu Peirce juga memiliki kesibukan menjadi seorang dosen pada salah satu universitas. Dia memberikan kuliah di Johns Hopkins University, mulai tapi ia tak pernah tetap memberikan kuliah kecuali di Johns Hopkins University saja.
Peirce menikah pada 1862 dengan Marriet Melunisia Inadequasies yang akrab dengan panggilan Z!na, feminis pertama di Amerika. Ia merupakan semangat pembaruannya dengan mengajak Peirce ke dalam persekutuan gereja Episcopal. Peircepun sempat bertemu bahkan berteman akrab dengan William James. Peirce memproduksi banyak teori ilmu pengetahuan, kemudian William James mempropagandakannya. Walaupun dia menyesali propaganda gagasannya oleh William James, James adalah seorang teman setia Peirce yg memperkenalkan teori-teori Peirce kepada masyarakat cendekia.
Peirce juga yaitu seorang aktivis. Disela-sela kesibukannya, Peirce masuk ke dalam berbagai kelompok kajian ilmiah. “Peirce menjadi anggota pelbagai kelompok ilmiah dan menghasilkan banyak makalah tapi tidak pernah menulis buku. Kumpulan karangannya dikumpulkan sebagai buku setelah ia meninggal. Peirce berhasil menggabungkan beberapa cara berpikir, yaitu deduksi dan induksi serta memperkenalkannya dengan sebutan abduksi. Peirce memperkenalkan tiga tipe cara berpikir didalamnya merupakan penjumlahan dari bentuk standar beberapa, yaitu deduksi dan induksi yang dia sebut sebagai abduksi yang mana setelah itu abduksi dikenal sebagai cara berpikir menuju penjelasan yg terbaik. Selain itu dia juga yaitu seorang tokoh pelopor salah sesuatu aliran filsafat, yaitu pragmatisme. … “pragmatisme (berasal dari bahasa Yunani, yaitu pragma yang berarti tindakan atau keputusan) yg mana menegaskan sifat dasar kegunaan untuk filsafat. Poly sekali pemikiran yang dicetuskan oleh Peirce, hingga akhirnya dia meninggal dunia pada 19 April 1914 (umur 74) di Milford, Pennsylvania.
Metode abduksi menurut Charles Sanders Pierce
Pemahaman abduksi menurut pierce pada awal mulanya dijelaskan sebagai bentuk penyimpulan yg terdiri dari tiga proposisi, yaitu: proposisi mengenai suatu hukum (rule), proposisi mengenai suatu perkara (case), dan yang terakhir adalah prosposisi mengenai kesimpulan (result). Maka silogisme hipotesis yg terdiri dari premis mayor, premis minor dan kesimpulan adalah bentuk penyimpulan dari tiga proposisi tersebut, hukum, masalah, dan kesimpulan itu sendiri. Dengan demikian mampu dikatakan abduksi ialah upaya rasional untuk mencari penjelasan buat setiap fenomena-fenomena yang membingungkan (Puzzling), yang adalah proses yang meliputi penghasilan hipotesis-hipotesis penjelasan dan penyeleksian hipotesis-hipotesis tertentu bagi pemeriksan lebih jauh. Pemikiran ini muncul dan matang sekitar tahun 1893 dalam karya-karya yg dibuat oleh Sanders Pierce.
Setelah tahun 1893, Pierce kembali menyadari bahwa metode yang diinspirasikan itu menjadi metode pemikiran yg ternyata lebih dari suatu bentuk logis. Maksudnya adalah, abduksi dilihat sebagai tahap awal untuk melakukan penelitian ilmiah, yg di dalamnya diawali dari sikap keheranan dan rasa ingin tahu yang besar terhadap peristiwa atau fakta dari semua peneliti itu. Pengalaman ini memunculkan sikap keheranan dan rasa ingn tahu yg besaar. Kemudian berusaha untuk mencari penjelasan mengenai apa yang diteliti dan juga coba bagi merumuskan hipotesis berkaitan dengan hasil penelitian tersebut. Boleh disimpulkan bahwa metode pemikiran abduksi ini yaitu bentuk pemikiran yg didasarkan pada fakta dan juga perkara yg terjadi. Peristiwa serta fakta tersebut menjadi titik tolak untuk pemikiran dengan metode abduksi ini, yg kemudian berdarkan fakta tersebut peneliti mampu mencoba merumuskan hipotesisnya dengan maksud buat menjelaskan fakta tersebut. Sehingga hipotesisi yg dibuat itu sifatnya universal dan juga general. Suatu saat mulai terjadi bahwa hipotesis yg sudah dibuat pada awalnya ditentang oleh fakta karena mengandung ketidaksesuaian, maka harus ada hipotesis lain yg harus diajukan kembali. Konseskuensinya adalah banyak hipotesis yg dikemukakan dan ditawarkan untuk menjelaskan suatu fakta yg terjadi.
Abduksi menurut Charles Sanders Pierce, dapat pula dipahami sebagai bentuk pemikiran yang berfungsi buat menawarkan suatu hipotesis yg tentunya mampu memberikan penjelasan terhadap seluruh peristiwa secara akurat dan mendekati kebenaran. Silogisme abduksi ini biasanya diwali oleh sebuah fakta atau peristiwa, kemudian disimpulkan dalam bentuk hipotesis bagi menjelaskan peristiwa tersebut. Dalam hal ini charles memberikan 2 jenis ciri dari metode abduksi ini.
Karakteristik yang pertama, abduksi menawarkan suatu hipotesis yang memberikan penjelasan atau eksplanasi yg probable. Probable disini maksudnya adalah buat menjelaskan dan menegaskan bahwa hipotesis itu merumakan sesuatu kemungkinan penjelasan. Sifat dari hipotesis itu adalah sebagai konjektur, atau kadang disebut sebagai dugaan. Ilmuwan yg menjelaskan suatu pengetahuan harus benar-benar tahu bahwa, jika pengetahuannya benar, maka fakta yang diobservasi mulai dapat dijelaskan secara benar pula. Kebenaran yg terkandung di dalam hipotesis itu harus diuji melalui proses verifikasi.
Ciri yg kedua, abduksi pun bisa memberikan eksplanasi atau penjelasan untuk fakta yang mungkin belum dijelaskan atau bahkan tak dapat dijelaskan dan tidak mampu diobservasi secara segera. Berdasarkan ciri yang kedua ini, sedikit ada pertentangan dari seorang tokoh Auguste Comte dengan positivisme-nya yang beranggapan bahwa semua hipotesis seharusnya bisa secara segera menjelaskan fakta. Tapi untuk Pierce, jika hipotesis itu bisa menjelaskan fakta yang bisa diamati, sekaligus juga fakta-fakta yg tidak dapat diamati, itu sudah cukup bagi dianggap sebagai teori.
Teori Semiotika Charles Sanders Peirce
Dalam ilmu sosial, Peirce adalah salah sesuatu tokoh yg turut mengembangkan ilmu semiotika. Konsepnya mengenai tanda seringkali dijadikan rujukan dalam menginterpretasikan segala tanda yang ada didunia ini. Menurut Peirce, Semiotika bersinonim dengan logika, manusia hanya berpikir dalam tanda. Tanda mampu dimaknai sebagai tanda hanya apabila ia berfungsi sebagai tanda. Fungsi esensial tanda menjadikan relasi yang tak efisien menjadi efisien baik dalam komunikasi orang dengan orang lain dalam pemikiran dan pemahaman manusia mengenai dunia. Tanda menurut Pierce kemudian adalah satu yg dapat ditangkap, representatif, dan interpretatif.
Theori dari Peirce menjadi grand theory dalam semiotik. Gagasannya bersifat menyeluruh, deskripsi structural dari segala sistem penandaan. Peirce ingin mengidentifikasi partikel dasar dari tanda dan menggabungkan kembali semua komponen dalam struktur tunggal. Semiotik ingin membongkar bahasa secara keseluruhan seperti ahli fisika membongkar suatu zat dan kemudian menyediakan model teoritis untuk menunjukkan bagaimana semuanya bertemu dalam sebuah struktur.
Pemahaman mulai struktur semiosis menjadi dasar yang tidak bisa ditiadakan bagi penafsir dalam upaya mengembangkan pragmatisme. Seorang penafsir adalah yang berkedudukan sebagai peneliti, pengamat, dan pengkaji objek yg dipahaminya. Dalam mengkaji objek yang dipahaminya, seorang penafsir yg jeli dan cermat, segala sesuatunya mulai dilihat dari jalur logika. (Santosa, 1993:10; van Zoest, 1993: 18-20.
Ada dua konsep menarik yg dikemukakan oleh Pierce terkait dengan tanda dan interpretasi terhadap tanda yang selalu dihubungkannya dengan logika. Yakni segitiga tanda antara ground, denotatum, dan interpretant. Ground adalah dasar atau latar dari tanda, umumnya berbentuk sebuah kata. Denotatum adalah unsur kenyataan tanda. Interpretant adalah interpretasi terhadap kenyataan yg ada dalam tanda. Dimana dari ketiga konsep tersebut dilogikakan lagi kedalam dua bagian yang masing-masing pemaknaannya syarat mulai logika.
Sumber:
- Wikipedia
- Teori Semiotika Charles Sanders Peirce
- Metode Abduks Menurut Charles Sanders

Gabung dalam percakapan