![]() |
| Nara Masista Rakhmatia, Facebook.com |
Biodata Nara Masista Rakhmatia
Nama Lengkap : Nara Masista Rakhmatia
Tanggal Lahir : Desember 1982
Pendidikan
- SMA 70 Jakarta
- Fisip UI Jurusan Interaksi Internasional
- Universitas St Andrews Inggris Studi Peace and Conflict Studies
Pekerjaan: Juru bicara Indonesia di PBB
Bahasa: Inggris dan Mandarin
Nara Masista Rakhmatia adalah lulusan Sekolah Departemen Luar Negeri angkatan 33 tahun 2008 yg menjadi juru bicara Indonesia di Lembaga PBB. Saat ini menjabat Sektetaris II (second secretary) di Permanent Mission di Kementerian Luar Negeri Indonesia buat PBB. Sebelumnya dia menjabat sebagai Sekretaris III (third secretary), masih di tempat yang sama.
Nama Nara Masista Rakhmatia datang-datang muncul di berita dan media sosial di Indonesia. Dia dianggap berani melawan serangan delegasi-delegasi dari 6 negara Pasifik tentang pelanggaran HAM di Papua saat Sidang Generik PBB.
Setelah Lulus dari SMA 70 Jakarta, ia kuliah di FISIP UI jurusan Hubungan Internasional dan lulus tahun 2002. Sebelum melamar PNS di Kemlu dia sempat menjadi peneliti di CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution) dan juga Center for East Asia Cooperation Studies. Dua lembaga itu berada di bawah naungan FISIP UI.
Sebelum bekerja di Kementerian Luar Negeri, yg dimulai sejak 2014, Nara sempat mengabdi di almamaternya, Jurusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia, sebagai asisten peneliti (2006-2007) dan asisten dosen (2005-2006).
Lulusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia tahun 2006 ini aktif di Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia sebagai Head of Legislative Issues (2005-2006).
Sebelumnya Nara mengambil studi Diploma III di bidang Media dan Komunikasi Masa, masih di Universitas Indonesia. Nara melanjutkan pendidikan di University of St. Andrews dimana dia meraih gelar Master of Letters (M. Litt) dalam studi perdamaian dan konflik pada 2010 serta Studi Komunikasi dan Media di Georgetown University pada 2012.
Selain itu, Nara juga menulis sejumlah jurnal kebijakan luar negeri seperti Intrastate Conflict Management: The Twin Track Approach, the United Nations and ASEAN in Myanmar, 2010.
Ketika diterima menjadi PNS di Kementerian Luar Negeri, Nara Masista ditempatkan di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika. Di Kemlu, spesialisasi Nara nampaknya adalah Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasific APEC dan sempat menjabat Head of Section for The Budget and Management Committee (BMC) APEC sebelum dikirim ke New York.
Melihat prestasinya ini, tak salah seandainya Kemlu menunjuk Nara yang juga ambil magister di Universitas St Andrews Inggris ini menjadi juru bicara Indonesia di Lembaga PBB. Dan kini namanya dikutip oleh berbagai media di dunia. Exposure ini tentunya adalah berkat kepercayaan para diplomat senior yang memberikan kesempatan pada yang muda-muda tampil di muka.
Lawan Serangan Delegasi 6 Negara Pasifik
Nama Nara Masista Rakhmatia dalam dua hari terakhir banyak diperbincangkan para netizen lantaran karena keberaniannya memarahi pemimpin 6 negara yg mengecam Indonesia.
Nara Masista dengan tegas membalas pidato yang dilontarkan oleh Presiden Nauru, Kepala Negara Kepulauan Marshall dan empat perdana menteri negara-negara Pasifik dalam sidang umum PBB yang menyangkut pelanggaran HAM yg terjadi di Papua dan Papua Barat.
Pada Sidang Generik PBB itu, 6 pemimpin negara tersebut menyerukan kemerdekaan Papua. Nara membalasnya pernyataan para pemimpin negara tersebut karena dianggap bermotif politik dan tidak mengerti masalah Papua dan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.
Dalam paparannya, Nara menyampaikan bahwa Indonesia jauh lebih baik soal penegakan HAM dibanding enam negara yang coba mengusik Indonesia lewat Papua.
Diplomat muda berparas cantik ini juga menutup pidatonya dengan sebuah pepatah, bahwa “Ketika seseorang memamerkan jari terlunjuknya pada orang yang lain, jari jempolnya otomatis menunjuk pada wajahnya sendiri.”
Berbagai sumber

