Daftar Tokoh Penemu Unsur Kimia

Daftar Tokoh Penemu Unsur Kimia

Posted on · 8 min read
zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil Daftar Tokoh Penemu Unsur Kimia
Tabel Periodik Unsur unsur Kimia

Unsur kimia, atau hanya disebut unsur, adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode kimia biasa. Unsur merupakan suatu zat yang hanya mengandung satu jenis atom.

Partikel terkecil dari unsur adalah atom. Dapat dikatakan bahwa unsur adalah atom itu sendiri. Sebuah atom terdiri atas inti atom (nukleus) dan dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri atas sejumlah proton dan neutron. Hingga saat ini diketahui terdapat kurang lebih 117 unsur di dunia.

Penemuan unsur kimia yang diketahui sekarang ditampilkan secara kronologis di sini. Unsur kimia yang ditampilkan umumnya berdasarkan urutan tiap-tiap unsur tersebut pertama kali dinyatakan sebagai unsur murni, karena tanggal persis penemuan sebagian besar unsur tidak dapat secara akurat ditentukan. Beberapa unsur-unsur pertama tidak memiliki catatan tertulis. (Klik nama penemu untuk mengetahui profil, biodata, biografi serta proses penemuannya)

Nama Tahun/Abad ditemukan Penemu
Carbon zaman dulu (Masa purbakala) Tidak diketahui
Perak zaman dulu (Masa purbakala) Tidak diketahui
Tembaga zaman dulu (Masa purbakala) Tidak diketahui
Sulfur zaman dulu (Masa purbakala) Tidak diketahui
Timah zaman dulu (Masa purbakala) Tidak diketahui
Emas zaman dulu (Masa purbakala) Tidak diketahui
Timbal zaman dulu (Masa purbakala) Tidak diketahui
Besi zaman dulu (Masa purbakala) Tidak diketahui
Raksa zaman dulu (Masa purbakala) Tidak diketahui
Arsen 1250 (Abad ke-13) Albertus Magnus dipercaya sebagai orang pertama yang memisahkan unsur ini.
Antimon 1450 (Abad ke-15) Pertama kali diuraikan secara ilmiah oleh Tholden
Bismut Abad ke 15? Mungkin telah dijelaskan dalam tulisan dikaitkan dengan Basil Valentinus, definitif diidentifikasi oleh Claude François Geoffroy pada 1753
Zinc 1526 (Abad ke-16) Diidentifikasi sebagai logam unik oleh Paracelsus. Kimiawan Jerman Andreas Sigismund Marggraf umumnya dianggap sebagai penemu logam Zinc/seng murni pada tahun 1746. 
Fosfor 1669 (Abad ke-17) Ditemukan oleh Hennig Brand, namun baru diuraikan oleh Robert Boyle
Kobalt 1732 (Abad ke-18) Georg Brandt
Platinum ca. 1741 (Abad ke-18) Ditemukan secara tepisah oleh Antonio de Ulloa (dipublikasikan tahun 1748) dan Charles Wood. Namun sejak abad ke 16 telah diketahui di Amerika Selatan pada tambang biji emas.
Nikel 1751(Abad ke-18) Axel Fredrik Cronstedt
Magnesium 1755 (Abad ke-18) Joseph Black
Hidrogen 1766 (Abad ke-18) Dipisahkan dan diuraikan oleh Henry Cavendish, namun baru diberi nama oleh Antoine Lavoisier
Oksigen 1771 (Abad ke-18) Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di Uppsala pada tahun 1773 dan Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774.
Nitrogen 1772 (Abad ke-18) Daniel Rutherford
Klor 1774 (Abad ke-18) Carl Wilhelm Scheele
Mangan 1774 (Abad ke-18) Ignatius Gottfried Kaim, Dalam disertasinya De metallis dubiis yang terbit tahun 1770 ia menggambarkan reduksi oksida mangan dengan karbon dan pembentukan logam yang rapuh.

Sintesis Johan Gottlieb Gahn pada tahun 1774, Mangan dioksida dapat dikurangi menjadi logam mangan yang menggunakan karbon, Gahn menjadi ilmuwan pertama yang mengisolasi unsur ini dalam bentuk logamnya.

Molibdenum 1778 (Abad ke-18) Carl Wilhelm Scheele
Telurium 1782 (Abad ke-18) Franz-Joseph Müller von Reichenstein
Wolfram 1783 (Abad ke-18) Juan José Elhuyar dan Fausto Elhuyar
Uranium 1789 (Abad ke-18) Martin Heinrich Klaproth, Dinamai Uranium setelah ditemukannya planet baru Uranus
Zirconium 1789 (Abad ke-18) Martin Heinrich Klaproth
Wolfram 1793 (Abad ke-18) Martin Heinrich Klaproth
Itrium 1794 (Abad ke-18) Johan Gadolin
Titanium 1797 (Abad ke-18) Martin Heinrich Klaproth
Kromium 1797 (Abad ke-18) Louis Nicolas Vauquelin
Beryllium 1798 (Abad ke-18) Louis Nicolas Vauquelin
Vanadium 1801 (Abad ke-19) Andrés Manuel del Río
Niobium 1801 (Abad ke-19) Charles Hatchett. Named columbium by discoverer.
Tantalum 1802 (Abad ke-19) Anders Gustaf Ekeberg
Serium 1803 (Abad ke-19) Martin Heinrich Klaproth, Jöns Jakob Berzelius dan Hisinger. Dinamai Serium setelah ditemukannya asteroid baru yang bernama Ceres. Ditemukan hampir bersamaan di dua laboratorium, meskipun kemudian menunjukkan bahwa cerium Berzelius dan Hisinger itu sebenarnya merupakan campuran dari cerium, lantanum dan disebut didymium.
Rhodium 1803 (Abad ke-19) William Hyde Wollaston
Palladium 1803 (Abad ke-19) William Hyde Wollaston, Ryan Lumadue. Dinamai setelah ditemukan asteroid terbaru, Pallas.
Osmium 1803 (Abad ke-19) Smithson Tennant
Iridium 1803 (Abad ke-19) Smithson Tennant
Potassium 1807 (Abad ke-19) Humphry Davy. Ditemukan menggunakan listrik dari tumpukan Volta untuk menguraikan garam logam alkali.
Sodium 1807 (Abad ke-19) Humphry Davy. Ditemukan menggunakan listrik dari tumpukan Volta untuk menguraikan garam logam alkali; Ditemukan beberapa hari setelah kalium, menggunakan metode yang sama.
Calcium 1808 (Abad ke-19) Humphry Davy. Ditemukan menggunakan listrik dari tumpukan Volta untuk menguraikan garam logam alkali.
Barium 1808 (Abad ke–19) Humphry Davy. Ditemukan menggunakan listrik dari tumpukan Volta untuk menguraikan garam logam alkali.
Boron 1808 (Abad ke-19) Joseph Louis Gay-Lussac & Louis-Jacques Thenard
Yodium 1811 (Abad ke-19) Bernard Courtois
Lithium 1817 (Abad ke-19) Johan August Arfwedson
Cadmium 1817 (Abad ke-19) Ditemukan secara simultan pada tahun 1817 oleh Friedrich Stromeyer dan Karl Samuel Leberecht Hermann
Selenium 1817 (Abad ke-19) Jöns Jakob Berzelius
Silicon 1823 (Abad ke-19) Jöns Jakob Berzelius
Aluminium 1825 (Abad ke-19) Hans Christian Ørsted. Mungkin telah diisolasi di zaman Romawi, lihat Sejarah Aluminium.
Brom  1826 (Abad ke-19) Ditemukan secara independen oleh dua ahli kimia Carl Jacob Löwig dan Antoine Jérôme Balard
Thorium 1828 (Abad ke-19) Jöns Jakob Berzelius
Lantanum 1839-41 (Abad ke-19) Carl Gustaf Mosander. Ditemukan saat Mosander menunjukkan bahwa serium yang diisolasi pada tahun 1803 oleh Berzelius sebenarnya adalah campuran serium, lantanum dan yang disebut didimium..
Terbium 1843 (Abad ke-19) Carl Gustaf Mosander
Erbium 1843 (Abad ke-19) Carl Gustaf Mosander
Rutenium 1844 (Abad ke-19) Karl Klaus
Caesium 1860 (Abad ke-19) Robert Bunsen and Gustav Kirchhoff. Pertama kali diidentifikasi dengan garis emisi spektroskopi biru.
Rubidium 1860 (Abad ke-19) Robert Bunsen and Gustav Kirchoff. Pertama kali diidentifikasi dengan garis emisi spektroskopi merah.
Talium 1861 (Abad ke-19) Ahli kimia William Crookes dan Claude-Auguste Lamy menemukan thallium secara independen pada tahun 1861, dalam residu produksi asam sulfat.
Indium 1863 (Abad ke-19) Ferdinand Reich dan Theodor Richter. Pertama diidentifikasi oleh garis emisi spektroskopi indigo-biru.
Helium 1868 (Abad ke-19) Secara Independen ditemukan oleh Pierre Jansen dan Norman Lockyer. Pertama kali diidentifikasi oleh para astronom sebagai jalur emisi di spektrum matahari.
Galium 1875 (Abad ke-19) Paul Emile Lecoq de Boisbaudran. Telah dipredisksi oleh Mendeleev tahun 1871 sebagai ekaaluminium.
Ytterbium 1878 (Abad ke-19) Jean Charles Galissard de Marignac
Thulium 1879 (Abad ke-19) Per Teodor Cleve
Skandium 1879 (Abad ke-19) Lars Fredrik Nilson. Telah diprediksi oleh Mendeleev pada tahun1871 sebagai ekaboron.
Holmium 1879 (Abad ke-19) Marc Delafontaine, Jacques-Louis Soret and Per Teodor Cleve
Samarium 1879 (Abad ke-19) Paul Emile Lecoq de Boisbaudran
Gadolinium 1880 (Abad ke-19) Jean Charles Galissard de Marignac
Praseodymium 1885 (Abad ke-19) Carl Auer von Welsbach. Didimium yang diisolasi oleh Mosander pada tahun 1839 terbukti dua elemen terpisah; Praseodimium dan neodimium.
Neodimium 1885 (Abad ke-19) Carl Auer von Welsbach. Didimium yang diisolasi oleh Mosander pada tahun 1839 terbukti dua elemen terpisah; Praseodimium dan neodimium.
Dysprosium 1886 (Abad ke-19) Paul Emile Lecoq de Boisbaudran
Germanium 1886 (Abad ke-19) Clemens Winkler. Diprediksi oleh Mendeleev pada tahun 1871 sebagai ekasilicon.
Fluor 1886 (Abad ke-19) Joseph Henri Moissan
Argon 1894 (Abad ke-19) Lord Rayleigh & Sir William Ramsay. Ditemukan dengan membandingkan berat molekul nitrogen yang dibuat dengan pencairan dari udara dan nitrogen yang dibuat dengan cara kimia.
Neon 1898 (Abad ke-19) Sir William Ramsay. Dipisahkan dari argon cair dengan perbedaan titik didih.
Kripton 1898 (Abad ke-19) Sir William Ramsay. Dipisahkan dari argon cair dengan perbedaan titik didih.
Xenon 1898 (Abad ke-19) Sir William Ramsay. Dipisahkan dari argon cair dengan perbedaan titik didih.
Radium 1898 (Abad ke-19) Pierre Curie and Marie Curie
Polonium 1898 (Abad ke-19) Pierre Curie and Marie Curie
Radon 1898 (Abad ke-19) Friedrich Ernst Dorn, Yang menyebutnya nitron. Ditemukan sebagai produk peluruhan radioaktif radium.
Actinium 1899 (Abad ke-19) André-Louis Debierne
Europium 1901 (Abad ke-20) Eugene Demarcay
Lutesium 1907 (Abad ke-20) Georges Urbain
Protactinium 1917 (Abad ke-20) Kasimir Fajans, O. Göhring, Fredrich Soddy, John Cranston, Lise Meitner and Otto Hahn
Hafnium 1923 (Abad ke-20) Dirk Coster and György Hevesy / George de Hevesy
Renium 1925 (Abad ke-20) Walter Noddack,  Ida Tacke / Ida Noddack dan Ottto Berg
Teknesium 1937 (Abad ke-20) Carlo Perrier and Emilio Segrè First synthetic element discovered. Predicted by Mendeleev in 1871 as ekamanganese.
Fransium 1939 (Abad ke-20) Marguerite Perey. Elemen alami terakhir yang ditemukan; semua elemen ditemukan setelah itu sintetis..
Astatin 1940 (Abad ke-20) Dale R. Corson, K.R.Mackenzie, Emilio Segrè. Kemudian terjadi secara alami pada qunatitit sangat kecil (<25 gram di kerak bumi).
Neptunium 1940 (Abad ke-20) E.M. McMillan & Philip H. Abelson, University of California, Berkeley First transuranium element discovered.
Plutonium 1941 (Abad ke-20) Glenn T. Seaborg, Arthur C. Wahl, Joseph W. Kennedy, Emilio Segrè
Curium 1944 (Abad ke-20) Glenn T. Seaborg
Americium 1944 (Abad ke-20) Glenn T. Seaborg
Promethium 1945 (Abad ke-20) Jacob A. Marinsky
Berkelium 1949 (Abad ke-20) Albert Ghiorso, Glenn T. Seaborg, Stanley G. Thompson, Kenneth Street Jr.
Californium 1950 (Abad ke-20) Albert Ghiorso, Glenn T. Seaborg, Stanley G. Thompson, Kenneth Street Jr.
Einsteinium 1952 (Abad ke-20) Albert Ghiorso. Argonne Laboratory, Los Alamos Laboratory, and University of California
Fermium 1953 (Abad ke-20) Albert Ghiorso. Argonne Laboratory, Los Alamos Laboratory, and University of California
Mendelevium 1955 (Abad ke-20) Glenn T. Seaborg, Evans G. Valens
Nobelium 1958 (Abad ke-20) Albert Ghiorso, Glenn T. Seaborg, John R. Walton and Torbørn Sikkeland
Lawrencium 1961 (Abad ke-20) Albert Ghiorso, Torbjørn Sikkeland, Almon Larsh and Robert M. Latimer
Rutherfordium 1964 (Abad ke-20) Sejarah Penemuan Unsur Ruterfordium, Joint Institute for Nuclear Research in Dubna, USSR
Dubnium 1970 (Abad ke-20) Albert Ghiorso
Seaborgium 1974 (Abad ke-20) Sejarah Penemuan Seaborgium, Joint Institute for Nuclear Research and University of California, Berkeley
Bohrium 1976 (Abad ke-20) Y. Oganessian et al, Dubna and confirmed at GSI (1982). Sejarah Peneuan Unsur Bohrium.
Meitnerium 1982 (Abad ke-20) Peter Armbruster and Gottfried Münzenberg, GSI
Hassium 1984 (Abad ke-20) Peter Armbruster and Gottfried Münzenberg
Darmstadtium 1994 (Abad ke-20) S. Hofmann, V. Ninov et al, GSI
Roentgenium 1994 (Abad ke-20) S. Hofmann, V. Ninov et al, GSI
Ununbium 1996 (Abad ke-20) S. Hofmann, V. Ninov et al, GSI
Ununquadium 1999 (Abad ke-20) Joint Institute for Nuclear Research in Dubna
Ununhexium 2001 (Abad ke-21) Joint Institute for Nuclear Research di Dubna
Ununtrium 2004 (Abad ke-21) Joint Institute for Nuclear Research di Dubna dan Lawrence Livermore National Laboratory
Ununpentium 2004 (Abad ke-21) Joint Institute for Nuclear Research di Dubna dan Lawrence Livermore National Laboratory
Ununoctium 2006 (Abad ke-21) Joint Institute for Nuclear Research di Dubna dan Lawrence Livermore National Laboratory

Sumber