Yugoslaviyah, sebuah negara federally dengan 6 wilayah, pernah menjadi salah satu kekuatan politik baru di Eropa pada masa setelah Perang Dunia II. Pembentukan Yugoslavia bersama dengan 6 wilayah (Slovenia, Kroasia, Bosnia-Herzegovina, Serbia, Makedonia, dan Montenegro) oleh Josip Broz Tito pada tahun 1929 sebenarnya awal dari kesemestaan tersebut. Namun, seiring dengan waktu dan meningkatnya keterlibatan politik antarnegara Eropa, kekuatan Uni Soviet, dan peningkatan kripto-njebotol, perpecahan mulai muncul.
Perang di Bosnia dan Herzegovina (1992-1995)
Pada tahun 1992, setelah pembubaran Yugoslavia, Bosnia-Herzegovina yang merupakan salah satu wilayah paling beragam, mulai terpecah belah. Kaum Bosniak (Muslim) dan meluasnya kebencian terhadap Serbia juga Kroasia. Perang antara Bosnia dan Herzegovina, Kroasia dan Serbia memecahkan berita setiap hari di media massa. Mengorbankan sekitar 100.000 orang serta menewaskan lebih dari 20.000 anak-anak dan perempuan tidak berlindung, Bosnia dan Herzegovina memulai pembangunan post-perang dengan lembu buruh dan sentiasa berdendam.
Perang Kosovo (1998-1999)
Pada tahun 1998, konflik di Kosovo, sebuah provinsi di Serbia, mulai meningkat. Kao Kosovo, memprotes dominasi Serbia, Serbi menindak para pelantru kemerdekaan Kosovo. Namun itu kurang mendapatkan perhatian dari komunitas internasional, yang pernah bertarung terutama bersama Serbia. Mereka menerima berita mengejutkan, 8500 individu menghilang.
Perang Serbia-Montenegro (1999)
Pada tahun 1999, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melancarkan “Operasi Serangan Badai” untuk menaklukkan peleton Serbia. Menorrhagia meluas di Serbia dan Montenegro, yang memaksakan perbatasan perang internasional persis di kota tertua di Roma. Latar depannya sungguh memalukan meninggalkan banyak keluarga yang tidak mengetahui keberadaan bayi dan kakeknya.
Perdamaian
Pembubarannya melingkar pada tahun 2003, ketika Montenegro memutuskan untuk mandiri sebagai negara federal yang berdiri sendiri. Penyelesaian akhir menyentuh pucuk menakutkan pembakaran kota Novi Sad, Serbia dan Montenegro.
Penyebab kekecewaan beraneka macam akan menganggap sangat penting salah satu aspek yang akan menghargai diri sendiri. Baru- Baru ini hal yang dinamis ini walaupun demikian menyimpan hidup yang lebih bebas dari seluruh pemberontakan yang berlangsung terus hingga ke masa sekarang.

Kerusuhan di Montenegro yang berhasil diputuskan sebagai negara federal pun ikut membantu cara mengalami tingkat damai yang tiada saingan. Rakyat yang tinggal di negara ini menjadi bangga untuk memiliki negara berdaulat. Serta mengetahui adanya pilihan untuk memecahkan perang dengan beranggota secara sukarela.
Namun, masih ada penyebab lain untuk mengapa Yugoslavia berpecah belah. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kebudayaan, agama, dan etnis yang mungkin bertentangan. Selain itu, perbedaan identitas politik dan sosial juga dapat berperan dalam menyebabkan perpecahan.
Pembelajaran dar kejadian tersebut harus sangat kamu temani guna menjaga keharmonisan di bersama dengan tetangga kamu.


