Suka Sejarah

Proyek Manhattan: Sejarah Bom Nuklir Dalam Perang Dunia II

Perang Dunia II merupakan salah satu konflik paling berdarah dalam sejarah dunia. Doktrin keamanan nasional memicu banyak negara untuk mengembangkan teknologi militer yang lebih canggih. Salah satu contoh adalah Proyek Manhattan, sebuah upaya resmi untuk mengembangkan senjata nuklir pertama di dunia. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang sejarah Proyek Manhattan dan bagaimana bomber nuklir dapat mempercepat akhir Perang Dunia II.

Latar Belakang

Pada awal tahun 1930-an, ahli fisika Wilhelm Röntgen telah berhasil menemukan radiasi nuklir, sebuah fenomena alam yang muncul ketika inti atom melepaskan energi secara ekstrem. Berdasarkan penemuan ini, ahli fisika Jerman Otto Hahn dan Fritz Strassmann telah menyusun reaksi fisi nuklir pada tahun 1938. Penemuan ini segera meraih kesadaran ilmiah internasional dan membuka jalan untuk penelitian yang lebih mendalam.

Awal Mula Proyek Manhattan

Pada tahun 1939, ahli fisika Jerman Werner Heisenberg dan ahli surveilans Enrico Fermi dari Italia dan Albert Einstein dari Amerika memberikan peringatan kepada Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt tentang potensi senjata nuklir. Presiden Roosevelt mengirimkan ahli fisika Arthur Compton kepada Presiden Liga Bangsa-Bangsa untuk melaporkan pengembangan senjata nuklir milik Jerman. Informasi rahasia ini akhirnya menemukan jalur ke Amerika Serikat melalui diplomat Inggris. Pemerintah Inggris melaporkan hal ini kepada para ilmuwan Amerika Serikat dan beberapa orang menandatangani informasi ini kepada Departemen Perang. Berdasarkan penjelasan ini, Pemerintah Amerika Serikat mulai melihat potensi teknologi nuklir sebagai aset strategis.

Perubahan besar di Amerika Serikat terjadi dengan kehadiran Adolf Hitler dalam Perang Dunia II. Perang dunia membuat Amerika Serikat lebih dapat bergerak dalam proyek baru. Pada tahun 1941, Roosevelt memimpin sebuah pertemuan kecil yang memberi tugas kepada Departemen Perang Amerika Serikat untuk mulai mengembangkan program teknologi nuklir. Berdasarkan proyek baru, nama "Manhattan Project" akhirnya muncul. Mulai bulan November 1941, Perang Dunia II sepenuhnya terjadi. Setelah peperangan antara Jerman – Rusia berakhir dengan kekalahan Jerman pada bulan Januari 1945, Program Manhattan diintensifkan dan progres pesat terjadi.

Pengembangan Bom Nuklir

Pada bulan Oktober 1942, tiga dasar ilmiah yang paling komprehensif dibentuk di laboratorium kuliah di Universitas Chicago. Hasil analisis kompleks adalah keberhasilan sebuah wujud inti sintetis. Melalui eksperimen reaksi, nukleus radioaktif ini seperti disaksikan di penelitian Amerika didapat. Secara langsung, reaksi inti inti ini berlangsung sangat cepat. Fakta itu mengiaskan tidak mungkin berhasil dinilai untuk terapannya dalam perang setelah sekitar 2 tahun, saat insinyur sudah ‘semenarik yang dicoba-coba’ masih belum terlihat bagi para direksi.

Setiap bom yang dibangun di Laboratorium Los Alamos memiliki berbagai komponen tambahan. Pada Desember 1944, melalui pemberontakan pada sebuah Laboratorium, perintah dari Pemerintahan menyatakan bahwa waktu untuk mencoba rekaman nuklir bersama harus ambil. Enam bulan digunakan untuk hal ini, mengutip risiko pada para ilmuwan tanpa conto. Serangan bintang-2 Amerika di Hiroshima pada malam hari tanpa pesawat akan menampak mengesampingkan ‘tengah hari’ untuk dunia kedua dalam perang.

Perubahan yang Ditimbulkan

Proyek Manhattan: Sejarah Bom Nuklir dalam Perang Dunia II

Perang Dunia II merupakan konflik pertama yang melibatkan senjata nuklir. Bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki merupakan contoh tindakan ini. Selain itu, penemuan ilmiah ini juga membuka jalan untuk teknologi lainnya, seperti pembangkit listrik tenaga nuklir dan medis nuklir.

Proyek Manhattan juga membuka ide baru dalam bidang keamanan nasional. Pada tahun 1940-an, Pemerintah Amerika Serikat mulai mengembangkan konsep "strategi nuklir" untuk melindungi negara dari serangan nuklir. Prinsip ini kemudian dikembangkan menjadi konsep "siklus keamanan" yang aktif dan tidak terkait kepada Amerika Serikat.

Kesimpulan

Proyek Manhattan merupakan salah satu contoh penting dalam sejarah keamanan nasional. Penemuan ilmiah dan pengembangan senjata nuklir telah mempercepat akhir Perang Dunia II. Serangan nuklir di Hiroshima dan Nagasaki merupakan contoh praktis dari proyek ini. Pada sisi keamanan nasional, pemerintah dapat menggunakan teknologi ini sebagai alat strategis untuk melindungi negara dari serangan nuklir.

Dalam mencapai tujuan ini, seharusnya pemerintah dan ilmuwan mengembangkan teknologi nuklir dengan bijak dan bertanggung jawab. Pemilihan dari mana untuk menjatuhkan bom nuklir dan menanam teknologi ini tidak tercermin pada manuskrip diatas.

Nota :

  • Perang Dunia II : Pertempuran Dunia yang berlangsung dari tahun 1939 hingga tahun 1945.
  • Proyek Manhattan : Proyek resmi yang bertujuan mengembangkan senjata nuklir pertama di dunia.
  • Bom Nuklir : Senjata nuklir yang dapat memakai kerusakan akhir.
  • Proyek Manhattan: Sejarah Bom Nuklir dalam Perang Dunia II

  • Serangan Nuklir : Pernyataan dengan menggunakan bom Nuklir pada Target Nuklir.

Dengan demikian, makna sejarah pembangunan bom nuklir bergugus. Ketika insinyur mulai berjuang sungguh-sungguh, program bergiwa, para anggota yang tidak ingat juga terpaksa selesai.

Proyek Manhattan: Sejarah Bom Nuklir dalam Perang Dunia II