![]() |
| Icuk (kiri) saat memerankan Saep di Sinetron preman pensiun 2 |
Icuk Nugroho adalah seorang pemeran di sinetron “Partikelir Pensiun” yg ditayangkan di RCTI. Dalam sinetron tersebut ia berperan sebagai Copet.
Icuk Nugroho, biasa dipanggil Icuk Baros lahir pada 28 April 1976 di Baros, Kota Cimahi. Sehari-hari ia biasa berjualan dan membuka jasa servis kompor gas di kawasan Brigif, Cimahi. Ia juga memiliki hobi nyanyi dan biasa berkaraoke ria dengan teman-temannya. Ia juga aktif di dunia hiburan bersama tim sanggarnya dan kerap mengisi peran di dua acara program di TV lokal. Selain itu ia juga menyukai warna biru muda dan hijau muda.
Icuk menyukai film komedi. Film favoritnya adalah film Warkop yg diperankan Dono, Kasino, Indro. Ad interim untuk hobi nyanyi, ia suka musik kenangan. Untuk lagu-lagu kenangan, ia menyukai lagu-lagunya The Mercy’s dan Rinto Harahap. Saat bernyanyi, ia dapat menirukan suara dan gaya penyanyi-penyanyi lawas, dari Ebiet G. Ade hingga Obbie Messakh. Malah, untuk urusan olah vokal dan gaya pula, ia mampu menirukan suara kakek-kakek, ibu-ibu, hingga mas-mas Jawa.
Peran dalam Sinerton Preman Pensiun
Dalam sinetron preman Pensiun, Icuk Nugroho memerankan Tokoh copet Saep. Tim copet yaitu ikon tersendiri di sinetron garapan Aris Nugraha ini. Mereka kerap turun dari satu angkot ke angkot lain dalam menjalankan aksi peran copetnya. Dalam menjalankan perannya, Icuk berkolaborasi dengan copet lainnya: Ubed, Juned, dan Dewi.
Saep adalah sosok copet yang konsisten dalam dunia percopetan. Tak peduli rekan satu timnya akan mundur dari dunia percopetan, ia tetap menetapkan bagi berada di dunia comot dompet ini. Bahkan, ia pun tidak kapok walaupun karena aksinya, ia pernah dijebloskan ke penjara.
Pada Preman Pensiun 2 episode awal, Saep diceritakan kembali ke dunia percopetan. Bahkan, kini milik tiga anak buah yang ia training segera, yaitu: Arman (diperankan Aditya Peratama), Enang (diperankan Aldy Gomer) dan Putri (diperankan Birgita Putri).
Pada adegan perdana Partikelir Pensiun 2, kisah copet Saep kini menjadi copet militan alias ditinggalkan kawan sepercopetannya.
Dengan gaya bahasa yg tetap ngilmiah, copet magang diberi pengarahan seputar khazanah percopetan dan bagaimana pentingnya trik dan teamwork saat melakukan aksi pencopetan.
Namun, kesialan tetap menjadi “trade mark” Saep yakni antara teori dan kenyataan di lapangan tidak sesuai harapan. Kegagalan kerap kali menghinggapi Saep, dari ditodong sampai berurusan dengan preman-preman.
Belum lagi ekspansi aksinya ke pasar pun mengalami kendala, karena ujung-ujungnya harus berurusan dengan para preman.
Akun Twitter Icuk Baros: https://twitter.com/NugrohoChuck
Sumber:
– Wisata Bandung
– GalaMedia News

