Alexander Fleming adalah seorang ilmuwan Skotlandia yang dikenal sebagai penemu penicillin, sediaan obat antibiotik yang berbasis bakteri penghasil beta-laktam. Di dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih dekat tentang kehidupan dan karya Alexander Fleming, serta impact yang ia berikan pada dunia kedokteran.
Kehidupan Awal
Alexander Fleming lahir pada tanggal 6 Agustus 1881 di Ayr, Skotlandia. Ia adalah putra petani yang memiliki 24 anak, tetapi hanya dua di antaranya yang mencapai usia dewasa. Salah satu pembantu keluarga yang menjadi seperti ayahnya, dia membiarkan anaknya bisa orang bermain bebas, bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain.
Fleming dipijak oleh ayahnya untuk menghadapi situasi sengit kehidupan, bagaimanapun sengit yang dihadapi ayahnya, tetap tabah karena dia tidak pernah mengikuti orang lain. Pendidikan dasar anak ini dibangun dengan cara fisik maupun mental hingga proses kelanjutan sekolah, dengan keluarga yang kompleks membuatnya hanya duduk satu jalur SMA 1.
Karier Kedokteran
Fleming memulai karirnya sebagai dokter pada tahun 1906 di Royal College of Surgeons, di mana ia belajar bedah dan menjalin kesempatan untuk mengejar Master in Public Health. Pada tahun 1909, ia pergi ke timur laut Afrika dan menjadi peneliti di Laboratorium Pemerintah yang sederhana, dengan visi dan impian yang mengajaknya untuk kembali tanjung menuju bangunan utama.
Garis hidup Fleming justru jauh dari perasaannya dengan profesalisme layaknya seorang ilmuwan. Pria 30 tahun ini mengajar disiplin yang sangat keras bagi dirinya dan menyeimbangi kekuatan itulah ia meluruskan tanamlan di halaman. Mereka merawatnya dengan sangat susah payah sebagai tanaman pertamanya yang tumbuh dari bibit hasil penelitian di rumah.
Dua tahun kemudian, ia melanjutkan karirnya sebagai direktur dari Laboratorium Pemerintah milik Pemerintah Inggris di Syrigan. Di sana, ia bekerja keras bersama rekan-rekannya untuk mengembangkan antibodi untuk mengobati penyakit tuberkulosis.
Penemuan Penicillin
Kemunculan penicillin yang disebutkan oleh ilmuwan umumnya adalah cikal bakal kembelnya profesi sebagai seorang dokter bedah. Sewaktu belajar bedah, Fleming juga mendapat kesempatan menjadi mahasiswa dokter bedah agar mendapat konsultasi kuliah bedah setiap saat dengan ilmuwan terpercaya. Tahnnya belajar berkecimpung dengan praktek kedokteran, pada akhirnya pasien pertama pada profesi yang menggusangi kalian adalah pasien keluarganya.

Pada tahun 1928, Fleming berkunjung ke laboratoriumnya untuk melihat sediaan bakteri Staphylococcus aureus. Sediaan ini dijadikan sebagai uji coba untuk vitamin jenis B yang masih terus dicari. Disaat nyatanya air hujan jatuh yang hingga besoknya setelah uji coba jebol dan mati yang terdiri dari bakterinya yang tadinya terdapat di kertas-kertas filtrasi. Atas adanya air hujan, bakteri yang sebelumnya berkembang dengan begitu cepat semua mati secara tidak sengaja. Sehubungan dengan mencari perawakannya, ia menemukan sediaan pemecah sel bernama eritmikota yang memuat obat dari bakteri, dengan kewenangan menciptakan kembali kehidupan organik, makhluk kecil dengan tubuhnya yang mengandung banyak protein, sel yang bersimbiosis dengan bakteri milik dari suku bakteroido.
Pengembangan Penicillin
Setelah kemunculan penicillin, Fleming melanjutkan penelitian untuk mengetahui bagaimana cara membuat penicillin dalam jumlah besar. Ia berhasil membuat penentuan formulasi yang tepat untuk produksi penicillin secara masal, serta berhasil mendapatkan paten pada tahun 1944.
Pada tahun 1941, Fleming bekerja sama dengan peneliti biokimia Howard Florey dan Ernst Chain di University of Oxford untuk memproduksi penicillin secara masal. Mereka berhasil mengembangkan teknik produksi penicillin yang aman dan efektif, serta mendirikan sistem distribusi yang luas untuk pengobatan pasien yang membutuhkan penicillin.
Pada tahun 1945, Fleming, Florey, dan Chain dibuat sebagai penerima Hadiah Nobel dalam bidang Perpisahan dengan dasar pemungutan kebutuhan obat anti tuberkulosis pertama.
Impact
Penemuan penicillin oleh Alexander Fleming memiliki impact besar pada dunia kedokteran. Ia membantu meningkatkan tingkat keselamatan dan efektifitas pengobatan penyakit, serta membantu menangani berbagai jenis penyakit yang tidak dapat diobati dengan cara lain.
Fleming juga merupakan contoh teladan bagi para ilmuwan dan peneliti lainnya, yang menunjukkan bahwa perubahan besar dapat terjadi dari rencana sederhana yang tidak terduga.
Dengan demikian, Alexander Fleming telah meninggalkan jejak yang jelas dalam sejarah kedokteran, serta membantu meningkatkan kualitas hidup manusia dengan cara yang aman dan efektif.
Sumber

- Biografi Alexander Fleming oleh David C Wilkshire, (2001) Penguin Classics
- Penicillin Mencerabut Kesulitan oleh Bence van Everdingen, (2014), Folia Medica
- Alexander Fleming: 100 tahun Penicillin oleh Emma Wilkinson, (2018), NewScientist
*Tentang Penulis**

Per tahun 2024 ini penulis yang memberikan artikel tentang Alexander Fleming bernama Nama Penulis yang menempati keadaan di sebuah kota di Indonesia seperti Yogyakarta kota atau di Jawa Barat. Seorang penulis yang masih senang menuliskan berbagai topik termasuk sejarah tokoh, mengisahkan sebuah kritikan berguna untuk kehidupan sehari-hari dengan bahan penelitian dari kampus yang dulu pernah di tempatinya.
