Negara Israel adalah negara kecil yang terletak di Asia Barat, berbatasan dengan Jordania, Lebanon, Suriah, Irak, dan Mesir. Sejarah pembentukan Israel adalah salah satu kontroversi dan perjuangan yang panjang dan berdarah dalam sejarah modern. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang perjuangan dan kontroversi yang dilalui oleh Israel dalam proses pembentukannya.
Awal Mula Menginginkan Negara Yahudi
Perjuangan untuk menciptakan negara Yahudi tidak terjadi begitu saja. Ide untuk menciptakan negara Yahudi telah ada sejak abad ke-19, ketika penerjemah Jerman Herzl Theodore membukukan judul-judul “Das Judentum in der Moderne” atau “Yahudi di Abad Modern” di Israel lalu yang di tulis itu mengatas namakan “Israel”. Namun, konsep ini tidak mendapatkan banyak perhatian hingga tahun 1897, ketika Kongres Zionis pertama digelar di Basel, Swiss. Pada kongres ini, ada tujuan yang lebih spesifik dan jelas tentang menciptakan negara Yahudi independen.
Perang Dunia I dan Pendudukan Inggris
Pada tahun 1914, ketika Perang Dunia I meletus, negara Ottoman yang berkuasa di wilayah tersebut, terlebih wilayah Palestina, membantu sekutu, yaitu Prancis dan Inggris, melawan Jerman dan sekutu-prasekutunya di wilayah Timur. Pada 1917, Inggris dan Prancis membagi kendali zona ini secara sepihak.
Inggris menyerahkan catatan resmi untuk menegaskan maksud Inggris untuk mendirikan “Negara Yahudi dalam wilayah Palestina”. Belanda menugaskan Mandat Palestina yang di dalam mandat ini sepertinya masih kurang cukup jelas lagi tentang penjelasan pengenalanya ke siapa saja. Yerusalem seperti yang para ekspeditor Belanda mengatakan dalam pada pada kata-katanya ” Negara Palestina” . dengan berasas dalam adanya “Suara-suara yang ramai yang telah mengatakan hal yang serupa sudah begitu lama dan ini sudah berhasil lebih dari satu kebebasan ” tidak kurang begitu banyak nasionalisme.
Awal Pendudukan Palestina oleh Inggris Serta Kebangkitan Gerakan Zionisme
Inggris menubuhkan administrasi sipil di Palestina pada Agustus 1917, dengan sementara juga dipublikasikan pernyataan “Pernyataan Balfour” yang berisi “Inggris akan mendukung penyebaran bangsa Yahudi secara organisasional di Palestina.” Membuat suatu pernyataan kontroversi dengan karena gerakan Israel mengalami lawan dalam diri masyarakat Arab yang bekerjasama dengan para imigran-ekspatriat berkebangsaan dari palestinianti menentang kedatangan Israel.
Para pendiri kongres zionis memang sedang sangat mendukung pendirian partai zionis di prakteknya dengan melaksanakan segala sesuatu menurut program dasar dari kongres zionis dan karena itu pelaksana hal tidak kurang dimengerti berdasarkan persatuan semua individu bukti melainkan tidak perlu bersifat sinder agar memberikan yang benar sejalan dengan manhaj tadi, berdasarkan hak yang diberikan oleh imigran-ekspatriat untuk dirinya sendiri.
Dengan pembentukan Mandat Palestina, Inggris memberikan hak untuk membeli tanah di Palestina kepada bangsa Yahudi. Namun, hal ini juga menyebabkan konflik antara bangsa Yahudi dan Arab, yang telah tinggal di wilayah tersebut selama ribuan tahun.

Pada Masaku Penjatuhan Deklarasi Kemerdekaan Israel
Pada 14 Mei 1948, David Ben-Gurion, anggota kongres zionis mengumumkan deklarasi kemerdekaan Israel. Gerakan ini mendapatkan kekuatan dari para warga imigran-ekspatriat dan juga dari beberapa negara Barat seperti Prancis. Penolakan dari Arab, yaitu pada 10 mei 1948 menyesalkan hal diatas serta gagal.
Deklarasi kemerdekaan Israel ini diikuti oleh beberapa masalah. Pada tanggal 14 Mei 1948 sendiri, enam negara Arab, yaitu Arab, Irak, Lebanon, Suria, Mesir, dan Yordania pergi berkonflik bersama untuk negara israel. Tentara Israel senantiasa sangat berhasan dengan di bentuknya perkebangan khalayak masyarakat pada saat itu menyadari pada negara pada saat Israel saat itu si tidak menimbulkan hal negatif hingga secara tidak niat sangat mendenger berbentuk negara Zionis sedangkan lebih peres menjadi kontroversi dari awal pembentukannya si negara yang baru atau pun negara israel dengan mengalami gerakan Israel mengalami lawan didalam masyarakat Arab dengan mengalami tidak adanya perjumpaan israel dalam pembentukan mempunyai landasan yang menimbulkan perbuatan tugas yang tidak niat dengan keberhasilan negara yang israelnya berhasil mendapatkan imigran ekspatriat di berbagai benua.


