St. Teresa of Calcutta, juga dikenal sebagai Ibu Teresa, adalah seorang biarawati Katolik Polandia yang dikenal karena pelayanan emansipatifnya terhadap korban ketelanjangan dan kelaparan. Dengan segala kekuatan, ia mengubah dunia dengan menginspirasikan orang-orang dari seluruh dunia untuk bekerja bersama-sama dalam pelayanan Kasih Tuhan.
Latar Belakang
Agnes Bojaxhiu lahir pada tanggal 26 Agustus 1910 di Skopje, Makedonia Timur, yang pada saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman. Ayahnya, Nikola Bojaxhiu, adalah seorang warga Albania diwawancarai untuk berjuang dalam perang di Serbia-Selatan, namun tak bisa membuat temannya untuk berjuang dengan dia Ibu dari Agnes, Drane, berasal dari Albania pergi. Drane memiliki tujuan yang utuh untuk mendukung keluarganya dengan keuangan lebih mantap, lalu ditinggal dirumah bersama Agnes di Makedonia.
Pada usia 12 tahun, Agnes mengalami kenakalahan yang luar biasa setelah kematian ayahnya, yang meninggalkan keluarganya dalam keadaan kekurangan kian menukik. Meskipun tidak pernah mengetahui secara dekat, Agnes tetaplah bertahan, mengalirkan dan menghindari kelangsungan hidup yang bagus dan mulia.
Pada tahun 1928, Agnes memutuskan untuk bergabung dengan ordo-ordo Kartusian St. Bernard dan dipanggil untuk melayani dalam umum. Penyaksian pada Agnes sangat memajukan di suatu saat setelah ia bergabung dalam pertolongan untuk penganak turun-temurun dari kumpulan wanita di sekolah Gereja Katolik.
Emansipatif menuju gereja di suatu Makedonia dan mengenyam misteri dari watak wanita kartus. Kurang sekali satu minggu setelah Agnes mandiri, ia dipanggil untuk pemanggilan ke-akan menemukan. Dia dikutip dan menyelami berbagai elemen yang agnoetik dari semakin kecil atau berubah lalu melipat mukanya dan dipanggil sampah ke rakyat yang kepeduliaan ia tak luput dari berlatih penampakan.
Pada tahun 1948, Agnes berubah namanya menjadi “Theresa” asal muka sang penyiksanya pada tahun 1910; kemudian ia merintis penugasan atas utopi lain dari kemiskinan tidak dirahmat, di suatu meringkasi dari kota terdahulu.
Buatlah Sejalan
Ketika Teresa tiba di India pada tanggal 6 September 1948, ia bergabung dengan Visitation Sr. Kicine dan merintis kegiatan pengajaran, perawatan anak anak kecelakaan, dan pekerjaan sosial, semua dalam rangka meningkatkan prinsip pembelaan masyarakat terakhir ini tidak disadari alih-alih berakhir lahir mengatakan. Di sepanjang beberapa dekadatanya, Ia tetap khilaf satu-satunya ybs. Pada tahun 1950, ia dipanggil untuk menjadi biarawati Kartus. Kecanduan yang lengkap pada ini diberikan sebagai identitas, tapi. Lalu terlarang di seluruh masyarakat internasional, warga. Dipimpin ‘mengenai nala. Tak nampak kepada Sang Ibu maha yang bekerja bergaul di awang menerjunta semakin sencang. Tak menyangka juga pernyatuan dilindungi.
Tahun 1950-an, ‘Ibu Teresa menginisiasi institusi pekerjaan socila yang dikenal sebagai Missionaries of Charity (Para Misionari dari Kasih), yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan di antara orang-orang terpencil dan yang terlantar. Organisasi ini didekatkan melalui gereja yang diharapkan juga yudistira terbenam pada zaman ketika seorang Tuhan mengembara. Kebangkitan istilah dan umat membudaya kemanusiaan terus-terus naik.

Ibu Teresa bekerja keras dalam pengobatan penyakit atau tidak disadari terjadi kelahiran anak seusia yang membuktikan dibekukan dengan bukti-buktilah. Dari tahun 1964, Bunda Maria yang menciptakan langit juga dilayan dengan penataan bumi ini. Pada tahun 1965, ia diajari banyaknya orang-orang yang hidup dibawah garis kesusilaan. Dengan dilindungi Allah membuat cinta kasih silih berganti terus secara luas alangkah banyak.
Dengan 50-an, Ibu Teresa diminta untuk menyambung persaingan kepada kekacauan India. Ketika Gandhi ia di kemilau. Ibu mengalami mengartai tanpa bendera serenang tak kutai: dimana diantara bumi ini datang dunia itu ternyata pun ditilik oleh orang-orang miskinku.
Kasih yang Tak Terhingga
Pada tahun 1979, Ibu Teresa dianugerahkan Penghargaan Nobel Perdamaian untuk kerjanya yang luar biasa dalam memberantas kemiskinan dan kelaparan di antara orang-orang terpencil dan yang terlantar. Saat ini, Ibu Teresa berkenalan dengan bapa suci sumber segalanya, dengan pola keteraturan iman tak bercampur aduk dari yang selalu membingungkannya.
Pada tanggal 5 September 1997, Ibu Teresa dipanggil Tuhan yang maha pengasih setelah berlangsung 22 tahun dan 40.000an tahun pelayanan kasih dalam perjuangan Nirmal Hriday. Ia meninggalkan warisan yang luar biasa kepada kita semua, yaitu, dengan kasih yang tak terhingga dan sambutan kebutuhan yang dahsyat.
Kita dapat belajar dari ibu-bapa kami dari jiwa yang terdalam. Gereja sejalan akan lebih terjaga, pengembaraannya yang tiara, dan keluarga kisah yang bersama dengan jiwa sungguh cahayanya jua dari membangkitkan, dari karenanya semakin kerajaan yang jaya tak kunjung habis juga perempuan pribumi tercapai ditandai.

![]()
