Biografi Hang Tuah

Biografi Hang Tuah

Posted on · 4 min read

Hang Tuah merupakan seseorang pahlawan dan tokoh legendaris Melayu pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka. Ia adalah seorang pelaut dengan pangkat laksamana dan juga petarung yg hebat di laut maupun di daratan.

Penggambaran Hang Tuah dari dua versi Sulalatus Salatin berbeda, ada yang menyebutkan bahwa ia dahulunya adalah seorang nelayan miskin. Hang Tuah ialah seorang pahlawan legenda berbangsa Melayu pada masa pemerintahan Kesultanan Melaka pada abad ke-15 (Kesultanan Melayu Melaka) bermula pada abad ke-15.

Pada masa mudanya, Hang Tuah beserta empat teman seperjuangannya, Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu membunuh sekelompok bandit-bandit dan dua orang yg berjaya menghancurkan desa dengan amarahnya. Bendahara (sederajat dengan Perdana Menteri dalam sistem pemerintahan sekarang) dari Melaka mengetahui kehebatan mereka dan mengambil mereka untuk berkerja di istana.

Semasa ia bekerja di istana, Hang Tuah membunuh seseorang petarung dari Jawa yg terkenal dengan sebutan Taming Sari, Sebenarnya ini adalah tipu daya Inggris untuk mengadu domba saja, karena Melaka masih ikut wilayah Majapahit saat itu. Ketika Melaka diserang Portugis pun Melaka Meminta Bantuan ke Kesultanan Demak Penerus Majapahit setelah runtuh.

Kemudian Hang Tuah dituduh berz!nah dengan pelayan Raja, dan di dalam keputusan yg cepat, Raja menghukum mati Laksamana yg tidak bersalah. Namun, hukuman mati tidak pernah dikeluarkan, karena Hang Tuah dikirim ke sesebuah tempat yg jauh bagi bersembunyi oleh Bendahara.

Setelah mengetahui bahwa Hang Tuah mulai mati, teman seperjuangan Hang Tuah, Hang Jebat, dengan murka ia membalas dendam melawan raja, mengakibatkan segala rakyat menjadi kacau-balau. Raja menyesal menghukum mati Hang Tuah, karena dialah satu-satunya yang mampu diandalkan bagi membunuh Hang Jebat. Secara tiba-datang, Bendahara memanggil kembali Hang Tuah dari tempat persembunyiannya dan dibebaskan secara penuh dari hukuman raja. Setelah tujuh hari bertarung, Hang Tuah merebut kembali keris Taming Sarinya dari Hang Jebat, dan membunuhnya. Setelah teman seperjuangannya gugur, Hang Tuah menghilang dan tidak pernah terlihat kembali.

Penghargaan

Kehebatan Hang Tuah, menginspirasikan masyarakat buat tetap mengabadikan namanya. Selain digunakan untuk nama jalan, namanya juga dikaitkan dengan satu yang berhubungan dengan bahari. Nama Hang Tuah digunakan untuk dua institusi pendidikan kemaritiman, antara yang lain Universitas Hang Tuah di Surabaya serta Sekolah Menengah Kejuruan Pelayaran Hang Tuah di Kediri Jawa Timur. Selain itu salah satu Perahu perang Indonesia, juga memakai namanya merupakan, KRI Hang Tuah.

Hikayat Hang Tuah

 merupakan seseorang pahlawan dan tokoh legendaris Melayu pada masa pemerintahan Kesultana Biografi Hang Tuah
Hikayat Hang Tuah

Hikayat Hang Tuah adalah sebuah karya sastra Melayu yang termasyhur dan mengisahkan Hang Tuah.

Dalam zaman kemakmuran Kesultanan Malaka, adalah Hang Tuah, seorang laksamana yg amat termasyhur. Ia berasal dari kalangan rendah, dan dilahirkan dalam sebuah gubug reyot. Tetapi karena keberaniannya, ia amat dikasihi dan akhirnya pangkatnya semakin naik. Maka jadilah ia seorang duta dan mewakili negeranya dalam semua hal.

Hang Tuah memiliki dua sahabat karib: Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir dan Hang Lekiu. Ada yg berpendapat bahwa kedua tokoh terakhir ini sebenarnya hanya sesuatu orang yang sama saja. Sebab huruf Jawi wau; “ﻭ” dan ra; “ﺭ” bentuknya sangat mirip. Tetapi yg lain menolak dan menyampaikan bahwa kelima kawan ini adalah versi Melayu dari Pandawa lima, tokoh penting dalam wiracarita Mahabharata.

Hikayat ini bercerita pada kesetiaan Hang Tuah pada Sri Sultan. Bahkan ketika ia dikhianati dan dibuang, teman karibnya, Hang Jebat yg memberontak membelanya akhirnya malah dibunuh oleh Hang Tua. Hal ini sampai sekarang, terutama di kalangan Bangsa Melayu masih menjadi kontroversial. Siapakah yang benar: Hang Tuah atau Hang Jebat?

Selain itu setting cerita ini adalah di Malaka sekitar abad ke-14 Masehi. Sebab banyak diceritakan dalam hikayat ini perseteruan antara Malaka dan Majapahit.

Poly kritik ditujukan kepada orang Jawa dalam hikayat ini. Meskipun begitu senjata paling ampuh, merupakan sebilah keris, berasal dari Majapahit. Malah Hang Tuah dan lima bersaudara dikatakan menuntut banyak ilmu kebatinan dari petapa Jawa.

Sumber: