Martunis adalah salah sesuatu anak Aceh korban tsunami Desember 2004 yg dikenal karena mendapat simpati dari bintang-bintang sepak bola Portugal. Tinggal di Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Pada tahun 2008, ia bersekolah di kelas 1 SMPN 8 Banda Aceh. Saat ini ia bermain di Portugal setelah direkrut klub asal Portugal, Sporting Lisbon bagi masuk tim akademi U-19.
Sejarah hidup
Minggu pagi, 26 Desember 2004, Martunis berencana bermain sepak bola bersama teman-temannya di lapangan sepak bola kampung. Ia bahkan sudah menggunakan kostum nasional Portugal bajakan yang ia beli di kota Banda Aceh. Tiba-datang tiba gelombang tsunami. Martunis yang saat itu baru duduk di kelas III Sekolah Dasar bersama ibunya, Salwa, kakak laki-laki, Nurul A’la (12 tahun), dan adiknya, Annisa (2 tahun), berupaya menyelamatkan diri dengan menumpang pick up tetangganya. Pada saat itu, bapaknya sedang bekerja di tambak
Saat digulung ombak tsunami, pick up pun tenggelam. Martunis, ibu, dan beberapa saudaranya tenggelam bersama mobil yang ditumpangi. Lalu, entah bagaimana ceritanya, ia terbawa gelombang dan muncul ke permukaan air. Sebelum terpisah dengan kakak, adik serta ibunya, Martunis sempat menarik lengan adiknya yg minta tolong, namun tangan mungilnya kalah oleh arus tsunami. Ibu, kakak dan adiknya pun hilang terseret arus tsunami, sehingga berpisah selamanya.
Martunis selamat setelah meraih sepotong kayu, dahulu terapung-apung. Kemudian ia berpindah ke kasur yang melintas di dekatnya, tetapi nahas, kasur itupun tenggelam. Lalu ia memanjat sebatang pohon untuk bertahan hidup. Ia selamat setelah terseret arus tsunami yg kembali lagi ke laut dan terdampar di kawasan rawa-rawa dekat makam Teungku Syiah Kuala. Setelah 21 hari bertahan, penduduk menemukan Martunis pada 15 Januari 2005. Warga menyerahkan dia kepada awak televisi Inggris yg kebetulan meliput di wilayah itu. Dalam sekejap gambar Martunis yg masih mengenakan kaus timnas Portugal, beredar di stasiun televisi Eropa.
Bocah kurus berkulit hitam itupun menarik simpati bintang top sepak bola Portugal seperti Luis Figo, Nuno Gomes, Cristiano Ronaldo, pelatih Luiz Felipe Scolari, serta Gilberto Madail, ketua Federasi Sepak Bola Portugal. Akhirnya Federasi Sepak Bola Portugal mengundang secara resmi Martunis ke negaranya.
![]() |
| Martunis bersama Cristiano Ronaldo |
Pada Juni 2005, didampingi ayahnya, Sarbini, dan Teuku Taharuddin, dokter yang mendampinginya, ia berkunjung ke negara Portugal dan mendapatkan hibah uang 40 ribu Euro atau lebih dari 500 juta rupiah. Selain diundang ke Portugal, tahun 2006 dulu penyanyi Madonna juga mengundang Martunis dan Sarbini ke London, tempat tinggal Madonna bersama keluarganya. Mereka berdua diajak mengelilingi tempat rekreasi terkenal serta kota-kota di Inggris.
Bergabung dengan akademi Sporting Lisbon U-19
Tahun 2015 Martunis resmi bergabung dengan akademi Sporting Lisbon U-19. Dia akan kembali ke Indonesia pada tahun 2018. Baru seminggu berada di Portugal ia dikabarkan segera memperoleh tawaran kewarganegaraan Portugal.
Untuk bermain di level Eropa, ada persyaratan khusus, salah satunya mengenai kewarganegaraan dan izin kerja, dengan demikian maka kemungkinan besar Martunis akan menjadi warga negara Portugal. Mengenai hal ini, ayah Martunis telah merestui.
Sumber:
- https://id.wikipedia.org/wiki/Martunis
- http://bola.liputan6.com/read/2268225/martunis-tertarik-jadi-warga-negara-portugal


