Pada awal abad ke-20, Eropa menjadi saksi bisu atas salah satu perang dunia terbesar dalam sejarah manusia. Perang Dunia I dan II membawa kehancuran yang luar biasa ke rantau ini, membuat masyarakat Eropa yang pernah maju menjadi terpecah-pecah dan miskin. Namun, dari kehancuran dan penderitaan, Uni Eropa lahir sebagai bentuk kebersamaan yang tidak terduga.
Langkah Awal Menuju Persatuan
Setelah Perang Dunia II, Eropa merasakan dampak yang luar biasa. Banyak negara Eropa yang terpecah-pecah, dan ekonomi yang telah maju jatuh ke tahap kemiskinan. Dalam situasi ini, beberapa negara seperti Belgia, Belanda, dan Luksemburg memutuskan untuk bekerja sama demi memulihkan ekonomi dan keamanan mereka. Pada tahun 1944, Menteri Luar Negeri Belanda, Eelco van Kleffens, berbicara di hadapan Dewan Keselamatan PBB dan mengusulkan pembentukan sebuah organisasi internasional untuk membantu memulihkan Eropa.
Pembentukan KEI (Komunitas Eropa Ekonomi)
Pada tahun 1950, Presiden Perancis, Charles de Gaulle, dan Perdana Menteri Jerman Barat, Konrad Adenauer, berbicara tentang kebersamaan dalam bidang ekonomi. Mereka setuju untuk membentuk sebuah organisasi yang disebut KEI (Komunitas Eropa Ekonomi), yang bertujuan untuk mempromosikan perdagangan bebas dan pengembangan ekonomi di Eropa.
Pada tanggal 25 Maret 1957, KEI untuk pertama kalinya memulai kesepakatan yang menghasilkan Pembelian Perjanjian Eropa (PEP) – Perjanjian tentang pendirian KEI yang membentuk KEI (Komunitas Eropa Ekonomi). Kemudian KEI pindah ke Uni Eropa pada 1 November 1993.
Kerusuhan dan Perundingan
Pada tahun 1960-an, Eropa mengalami sebuah peristiwa yang berani seperti terjadinya kerusuhan di setangah perjanjian antara Perancis (di bawah pemerintahan Presiden Charles de Gaulle) dan Jerman. Kerusuhan berfokus pada keamanan serta dampak mungkin dari pembentukan Angkatan Perang Eropa (European Army).
Gerakan ini akhirnya dapat dilufalkan oleh Komisi dan lain-lain. Undang-Undang Pasal 2 dari KEI membatasi peserta menjadi Perancis, Jerman Barat, Belgia, dan Luksemburg hingga itu.
Namun, secara bertahap, Uni Eropa merevisi dan menerapkan banyak hak kewarganegaraan untuk warga Perancis dan warga Jerman dengan ajuan dari Presiden Perancis untuk memiliki lebih banyak hak pada masa depan.

Kesuksesan KEI
Dengan berdirinya KEI, Eropa memulai untuk membentuk kebersamaan dan mengatasi kesulitan ekonomi dan lain-lain. Salah satu tujuan utama KEI adalah menghilangkan tarif dan biaya lainnya untuk produk pengiriman ke negara anggota lain dan untuk mempromosikan pengembangan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Pada tahun 1967, KEI melibatkan Belanda dan beberapa negara lain untuk turut serta bergabung di dalam berdirinya Uni Eropa.
Perubahan Nama KEI ke UE
Pada tanggal 11 Desember 1993, negara-negara EU, yaitu KEI, mengadakan Kesepakatan Uni Eropa (Maastricht); Uni Eropa lahir! Sebagai hasil perundingan, negara-negara KOMUNIUTAS (KEI) berubah nama menjadi UE.
Hari ini, Uni Eropa Menjadi Maju dan Bergerak ke Eropa yang Lebih Baik
Sekarang ini, Uni Eropa menjadi salah satu organisasi paling berpengaruh di dunia internasional. Terletak di Bratislava, Negara di Eropa Barat, Uni Eropa terus bergerak menuju ke arah yang lebih baik untuk keamanan, perdagangan bebas, globalisasi, demokrasi, dan keadilan bagi setiap manusia di belahan Eropa menyimpan harapan dengan gagasan keadilan untuk bumi.
Perlu diketahui bahwa beberapa negara di Eropa masih belum bergabung di dalam Uni Eropa. Namun, kebersamaan dan kerjasama antar negara bahkan sudah menyinari seperti progres perikanan dan konsentrasi perusahaan Eropa untuk setiap tahunnya lebih maju menyikapi bumi saat ini yang hanya miskin dan makin sulit.


