Biografi Ibnu Arabi – Pencetusteori Wahdat Al-Wujud

Biografi Ibnu Arabi – Pencetusteori Wahdat Al-Wujud

Posted on · 3 min read
 Muhiddin Abu Abdullah Muhammad ibn Ali ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Abdullah Hatimi at Biografi Ibnu Arabi - PencetusTeori Wahdat al-wujud

Muhiddin Abu Abdullah Muhammad ibn Ali ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Abdullah Hatimi at-Ta’i atau lebih dikenal sebagai Ibnu Arabi adalah seorang sufi terkenal dalam perkembangan tasawuf di dunia Islam.

Ibnu Arabi dilahirkan pada tanggal 28 Juli 1165 di Al-Andalus, Spanyol. Pada usianya yg ke 8, bersama keluarganya, ia pindah ke Sevilla. Pada tahun 1198, ia pergi ke Fez, Maroko.

Pandangan Ibnu Arabi

Ibnu Arabi sangat dikenal dengan konsep Wihdatul Wujud-nya. Ia mengajarkan bahwa tak ada satu pun yg wujud kecuali Tuhan. Segala yg ada selain Tuhan adalah penampakan lahiriah dari-Nya.

Keberadaan makhluk tergantung pada keberadaan Tuhan, atau berasal dari wujud ilahiah. Manusia yang paling sempurna adalah perwujudan penampakan diri Tuhan yg paling sempurna, menurutnya.

Ia juga seorang tokoh politik yang tidak pernah diperhitungkan keberadaannya dalam sejarah.

Pemikiran Ibnu Arabi

Ibn Arabi memandang manusia dan alam sebagai cermin yg memamerkan Tuhan dan berkata bahwa sang penerima berasal dari nol sebab ia berasal dari emanasi-Nya yg paling suci karena seluruh kejadian (eksistensi) berawal dan berakhir bersama-Nya: kepada-Nya ia akan kembali  dan dari-Nya ia berawal.

Ketika Tuhan disifati dengan sifat-sifat bagus-Nya dalam Al-qur’an itu cuma pembatasan-pembatasan yang dapat dirasakan dengan indrawi manusia. Hal tersebut membuat Ibn Arabi menyimpulkan bahwa semuanya yang diciptakan Tuhan adalah perwujudan dari Tuhan sendiri.

Satu satunya wujud adalah wujud Tuhan, tak ada wujud selain wujudNya. Ini berarti apa pun selain Tuhan baik berupa alam maupun apa saja yg ada di alam tak memiliki wujud. Namun ia mengatakan bahwa wujud itu cuma kepunyaan Tuhan sedang wujud yg ada pada alam hakikatnya adalah wujud Tuhan yg dipinjamkan kepadanya”. Untuk memperjelas uraiannya ibnu Arabi memberikan contoh berupa cahaya. Cahaya hanya punya matahari ,tetapi cahaya itu dipinjamkan kepada para penghuni bumi.

Ibn Arabi mengemukakan teori tajalli yang berarti menampakkan diri. Maksudnya  Allah menampakkan diri atau membuka diri, jadi diumpamakan Allah bercermin sehingga terciptalah bayangan Tuhan dengan tanpa sebuah hijab.

Pengaruh Ibnu Arabi

Pengaruh Ibnu Arabi dalam bidang tasawuf, khususnya tasawuf filosofis, sangat luar biasa. Gagasan Ibnu Arabi menyebar luas dan memiliki pengikut yang tidak sedikit jumlahnya.

 Muhiddin Abu Abdullah Muhammad ibn Ali ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Abdullah Hatimi at Biografi Ibnu Arabi - PencetusTeori Wahdat al-wujud
Daftar abad pertengahan buku Ibn Arabi

Di Indonesia, paham wihdat al-wujud Ibnu arabi berpengaruh besar. Terbukti dengan banyak ulama Indonesia yg memakai prinsip wihdat al-wujud, di antaranya: Hamzah Fansuri, Syamsudin as-Sumatrani dan Abdus Samad al-Palimbani.

Karya-karya

Ibnu Arabi menghasilkan banyak karya, sejumlah 300 buku. Di antara buku-buku itu, yg dikenal adalah Fushush al-Hikam dan Futuhat al-Makkiyyah juga Tarjuman al-Asywaq.futuhat adalah karya besar yang menyingkap ilmu gaibul gaib uluhiyat & rububiyyat yg sangat dalam sesuai dengan keterbukaan sang syech dari Yang Haq berhubungan dengan permohonan sang syech ketika di Makkah. (Wikipedia)