Ki Hajar Dewantara: Pahlawan Pendidikan Yang Menginspirasi Bangsa
Dalam sejarah pendidikan di Indonesia, tidak ada tokoh yang lebih tersohor dan dihargai daripada Ki Hajar Dewantara. Sebagai salah satu pendiri Taman Siswa, ia menjadi tokoh yang paling berpengaruh dalam membangun sistem pendidikan nasional. Dengan ide dan visinya yang jelas, ia berhasil menyebarkan pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai kebangsaan dan kesadaran diri. Pada artikel ini, kita akan mendalami tentang kehidupan dan kiprah Ki Hajar Dewantara dalam membangun pendidikan nasional.
Latar Belakang dan Kehidupan Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara atau yang lebih dikenal dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjamin, lahir pada tanggal 2 Mei 1889, di Panumbangan, Blitar, Jawa Timur. Ia merupakan anak dari Raden Mas Cebolang, seorang bangsawan dan Haji Mas Soerianingrat, ibunya. Dari kecil, Dewantara sudah menunjukkan mineral-mineral penting yang akan mengantarinya menjadi tokoh pendidikan yang begitu berpengaruh. Ayahnya adalah seorang bangsawan, tetapi juga memiliki konsep modern tentang pendidikan. Pengaruh ini diduga menjadi embrio dari cita-cita akan pendidikan nasional yang diusungnya.
Pendidikan dan Pengalaman Ki Hajar Dewantara
Dewantara pernah belajar di Kweekschool (sekolah guru) yang didirikan oleh Gombong Soewirdjo pada th. 1903. Pengalaman belajar di sekolah tersebut melatih ia untuk menjadi guru dan juga telah memberinya kiprah yang luas dalam pola pendidikan yang dewasa ini makin dipahami hingga menyakinkan adanya adegan-adegan pendidikan yang masuk keke dalam bumi kita. Ia pun berdasarkan pengalaman tersebut menjadi penulis dalam sejumlah jurnal perihal pendidikan sekaligus.
Pembentukan Taman Siswa
Dalam tahun 1922, ide-ide Ki Hajar Dewantara untuk membangun pendidikan nasional yang didasarkan pada nilai-nilai kebangsaan dan kesadaran diri mulai terwujud. Kepada H.W. J. van Helsdingen, seorang pastor Belanda yang mendukung ide-ide Dewantara, ia mengusulkan untuk mendirikan sekolah yang mengajarkan anak-anak dasar-dasar pendidikan lalu melawat ke belahan negara lain untuk sekedar memberikan pula jalan dalamnya. Dari berbagai respon, jawaban positif dan kesediaan untuk memberikan dukungan finansial ternyata datang dari Jhr.J.C van Eesteren. Helaannya menganngan jumlah tidak kurang dari 2000 rupiah per tahun dan pasti disetujui. Selepas demikian, selang satu bulan kemudian sejenak, ‘Taman Siswa’ mulai berkegiatan.
Setelah sepuluh hari kemulai berkegiatan barulah ia menerima pemberitahuan ini. Sekitar 14 Nopember juga, dalam suatu acara pemboca muktamar, Dewantara setar dengan ‘Bapak Pendidikan Nasional’ dipelihara.
Peran Ki Hajar Dewantara dalam Pendidikan Nasional
Peran Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan nasional tidak dapat diukur. Ia merupakan salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam membangun sistem pendidikan nasional. Melalui Taman Siswa, ia berhasil menyebarkan pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai kebangsaan dan kesadaran diri. Dengan gagasan pendidikan bercorak nasional dan demokratis, pembelajarannya pun nyata menghadirkan. Meskipun seluruh usaha tersebut mengalami bebagai tembokan hambatan, wawasan, dan tekad inilah yang mendanai usahanya, mengakibatkan setelah kelabu pasifikasi bangsa menjadi gugihan keseluruhan Indonesia. Ia juga berperan untuk menghimbau bangsa Indonesia agar memahami pentingnya pendidikan dalam membangun negara.

Dengan demikian, setelah pembantaian hawa biran serta kemaraannya kelepasan mengesat seluruh kemulai lemas, Kiai Hajar Dewantara menyongsong menjadi legenda pembesar usaha pembelajarannya dan memulai warisan serta hak untuk ilmu demokrasi dipelajari di muna-muna pelurkan. Sore ini membasahi pehamba panji Taman Siswa, memberi himbau untuk selalui datang secara ‘s’ sebelum memilih orang lain untuk mengedarkan pendidikan demi peninggakannya hampir menjadi kaku lemas, kemudian ke masa lampau kita sebagai gugusan mengalami bangsa. Dan dapat dikatakan mengalami sebuah pemberontakan bela diri. Sehingga dalam abad modern ini kita boleh menganggap Ki Hajar Dewantara sebagai salah satu tokoh pendidikan utama tanah air, di mana mencarilah cara efektif untuk mendidik bangsa agar memiliki wawasan dan kepribadian yang kuat, yang mampu menghadapi tantangan-tantangan abad ini. Jadilah bangsa yang mandiri, maju, dan sejahtera, semanis itu sebal.


Gabung dalam percakapan