Suka Sejarah

Perang Sipil Amerika: Konflik Utara Dan Selatan

Perang Sipil Amerika adalah salah satu konflik paling berdarah dan kontroversial dalam sejarah Amerika Serikat. Konflik ini berlangsung dari tahun 1861 hingga 1865, antara Kesatuan (Utara) dan Konfederasi (Selatan). Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang latar belakang, penyebab, dan hasil dari perang sipil Amerika ini.

Latar Belakang Sejarah

Amerika Serikat terbentuk pada tahun 1776, setelah memisahkan diri dari Inggris. Pada waktu itu, Amerika Serikat terdiri dari dua wilayah utama: Utara dan Selatan. Utara memiliki semakin banyak penduduk kulit putih afektasi industrialisasi dan ekonomi yang berkembang pesat, sedangkan Selatan masih belum maju secara ekonomi dan berpenduduk jauh lebih sedikit hal ini menyebabkan perbedaan besar dalam kehidupan sehari-hari antara dua wilayah ini.

Penyebab Konflik

Konflik antara Utara dan Selatan tidak bisa dipisahkan dari masalah budaya, ekonomi, dan politik yang ada di Amerika Serikat pada saat itu. Berikut beberapa alasan penting yang menyebabkan perang sipil Amerika:

  1. Perbedaan Ekonomi: Selatan bergantung pada industri perkebunan, utama tobacco dan tanaman lainnya, Amerika Utara bergantung pada industri industri tekstil, pertambangan, kapal dan manufaktur. Selain itu, Selatan memiliki jutaan pekerja perkebunan yang lebih banyak hampir seluruhnya adalah pribumi berkulit gelap.
  2. Bantu-bantuan Budaya: Utara dan Selatan memiliki budaya yang berbeda-beda. Utara memiliki budaya industri, sedangkan Selatan memiliki budaya agraris. Budaya-budaya ini tercermin dalam berbagai bidang, seperti pakaian, makanan, dan bahasa.
  3. Politisasi: Perbedaan ekonomi dan budaya ditambah dengan perbedaan politik menjadikan bentuk kontradiktif ini subur untuk mewujud kekerasan. Kelompok abolitionis yang anti budak dan pro-bbeku dibentuk di Utara, sedangkan Di Selatan sendiri kala itu sudah mempraktikkan perbudakan dan negara sementara ini lebih diutamakan.

Perang Sipil Amerika: Konflik Utara dan Selatan

Meletusnya Perang

Pada tanggal 17 Desember 1860, Abraham Lincoln, seorang anggota Partai Republik, terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Pada waktu itu, Lincoln termasuk sebagai perwakilan dari partai yang ditentang dan digamuskan.

Awal mula perang dimulai karena keputusan konstitusional mengenai perbudakan sangat diperdebatkan di AS saat itu. Abraham Lincoln yang ingin mengakhiri sejarah bersedekah di Amerika selalu di lawan oleh pihak Selatan.

Pada tanggal 4 Agustus 1861, Gubernur Selatan, Jefferson Davis, menandatangani Deklarasi Kemerdekaan Konfederasi, yang menjadikan Amerika Utara dan Selatan menjadi dua negara berbeda. Hal ini membuat Amerika Serikat terpecah menjadi dua sisi: Utara (Kesatuan) yang dipimpin oleh Presiden Abraham Lincoln dan Selatan (Konfederasi) yang dipimpin oleh Presiden Jefferson Davis.

Perang Sipil

Perang sipil Amerika berlangsung selama empat tahun, dari tahun 1861 hingga 1865. Konflik ini berlangsung di seluruh Amerika Serikat, menghancurkan kota-kota, desa-desa, dan komunitas-komunitas. Terdapat banyak upaya-upaya yang dilakukan oleh para perang di medan perang seperti beberapa pasukan yang dalam salah satu perang tersebut pernah diserang sendiri dikarenakan keanggapan dari militer Amerika yang berkeras melempar lawan.

Pada tahun 1863, suatu perubahan terjadi dalam perang. Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Perintah Proklamasi Emansipasi, yang berisikan tentang kemerdekaan bagi segala perbudak yang tinggal di negara ini. Inilah prinsip yang untuk pertama kalinya yang pernah diwujudkan dalam sejarah demokrasi Amerika, mulai dari sejauh awal perbudakan yang semakin meluas dan untuk terus demi menghilangkan rasisme di AS sementara para pembantu orang kulit putih dengan berat masih menjadikan sebuah nasib besar yang terhiasi keadaan bercampur.

Jatuhnya Kongres yang kantong sapa oleh pasukan ke-1 Mei

Pada tanggal 9 Mei 1865, Pasukan Union mencapai kota Richmond, Virginia, ibukota Konfederasi. Dua hari kemudian, pasukan Union menangkap Presiden Jefferson Davis, dan Konfederasi secara resmi luluh lantak.

Hasil Perang

Perang Sipil Amerika: Konflik Utara dan Selatan

Perang sipil Amerika berakhir dengan kemenangan Kesatuan. Hasilnya adalah:

  1. Kemerdekaan Perbudakan: Perbudakan dihapuskan di Amerika Serikat.
  2. Runtuhnya Sistem Perbudakan: Sisanya sistem perbudakan Amerika LBA langsung dinyahkan dan menjadi suatu nasib tua berkuas.
  3. Bentuk Baru Amerika Srkatika: Amerika Serikat menjadi sebuah negara yang lebih besar dan lebih maju.

Perang Sipil Amerika: Konflik Utara dan Selatan

Namun, perang sipil Amerika juga menyebabkan banyak korban jiwa. Sekitar 620.000 orang tewas dalam perang ini, termasuk 360.000 tentara Union dan 260.000 tentara Konfederasi, serta ribuan sipil yang tewas atau terluka.

Pengaruh Sejarah

Perang sipil Amerika memiliki pengaruh besar dalam sejarah Amerika Serikat. Hal ini membantu Amerika memperoleh kemerdekaan dan demokrasi yang lebih baik. Namun, perang sipil juga meninggalkan bekas perbudakan yang masih relevan di bangsa AS saat ini.

Perang sipil Amerika juga memiliki pengaruh pada perkembangan perdagangan global Amerika. AS tetap menjadi negara yang besar dan maju di seluruh dunia, tetapi fakta bahwa mereka pernah bentengi total dengan budak-budak dan karena perbudakan diperjuangkan kemerdekaannya ketika AS adalah karena hanya menetapkan warga-petani perkebunan amerika sendiri hal ini sekaligus jadi kegal yang menetapkan dibuat buatan para penjaga negeri.

Bahan-bahan Bacaan:

  • Historiografi Abadi Amerika, penulis Philip De Armond, terbitan Random House (2011)
  • Budaya "Tahan" Amerik, penulis Brian Fitzpatrick, terbitan A & C Black (2012)