Kisah Hidup Emmeline Pankhurst: Pemimpin Gerakan Suffragette Yang Mengubah Sejarah
Emmeline Pankhurst adalah seorang tokoh berpengaruh dalam sejarah Inggris yang berjuang untuk hak-hak perempuan. Sebagai pemimpin gerakan Suffragette, ia meninggalkan jejak yang abadi dalam perjuangan untuk keadilan dan kesetaraan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kisah hidup Emmeline Pankhurst dan keberanianya dalam mengusung perlawanan terhadap hak-hak perempuan.
Awal Kehidupan dan Pendidikan
Emmeline Pankhurst lahir pada tanggal 15 Juli 1858 di Manchester, Inggris. Ayahnya, Robert Goulden, adalah seorang aktivis sosial yang mendukung hak-hak perempuan. Kemampuan pidato dan keterampilan politik ayahnya memiliki pengaruh besar pada Emmeline. Ia meninggalkan sekolah pada usia 14 tahun untuk melayani sebagai sekretaris di kantor konsulat di Mumbai. Pada usia 15, ia kembali ke Inggris dan menikah dengan saudara ayahnya, Richard Pankhurst, yang berusia 54.
Perjuangan untuk Hak-Hak Perempuan
Pada tahun 1880-an, perjuangan untuk hak-hak perempuan mulai meningkat di Inggris. Ia mengikuti konferensi Internasional Perempuan Pertama di London dan bertemu dengan Susan B. Anthony, hakim perempuan Amerika yang berjuang untuk hak perempuan berbicara. Beberapa tahun kemudian, ia bergabung dengan Partai Perempuan Liberal dan kemudian menjadi ketua dari Misi Nasional Hak Perempuan, suatu organisasi yang bergerak mengadvokasi hak-voting bagi wanita.
Kesempatan besar datangnya saat ia dipilih sebagai salah satu dari tiga wanita Inggris yang diutus untuk menghadiri Konferensi Internasional tentang Hak Pemilih Wanita di Paris pada tahun 1889, kongres Perempuan Internasional yang pertama diadakan.
Gerakan Suffragette
Pada tahun 1903, Emmeline Pankhurst bersama anak-anaknya, Christabel dan Sylvia, mendirikan Partai Sosialis Westminster, dan kemudian pada tahun berikutnya membuat gerakan Suffixgettes. Pada 1907, Parlemen Inggris menolak hak-hak perempuan untuk suara. Dalam menanggapi hal ini, Emmeline dan putra-putranya memutuskan untuk mengambil tindakan yang lebih ekstrem untuk menuntun perubahan melawan hak-hak perempuan.
Gerakan Suffragette ini sering berujung pada vandalisme, merokok api, membakar beberapa gedung-gedung umum, membantai tumbuhan, dan pada akhirnya bisa dipastikan tidak menyetujui pembakaran gedung-gedung pemerintahan, dan satu perusak juga membunuh hewan bagi para buruh pria mereka.
Pada tahun 1913, peristiwa penting terjadi ketika Emmeline dipenjara karena mengeluarkan pidato menentang perbudakan dan kesadaran konstitusional hak pemilih perempuan. Pada saat yang bersamaan, putranya, Christabel membawa pria-pria berpakaian apa, membawa reputsi mengikuti gerakan perempuan-Perempuan serta merekrut ribuan para pejuang memimpin gerakan perempuan membalas keengganan para pelatih untuk bergabung.

Hasil akhir kemungkinan tidak diharapkan, adalah pekrut perempuan 100,000 (dari 500,000) diundang untuk merayakan di Gedung Ratu. Dengan gembira yang tidak menyangka, Emmeline berpidato menggunakan batu-batu, bukan diberikan untuk para imam-imam rakyat yang meminta kebenaran.
Kematian dan Peninggalan
Setelah memutuskan untuk memenangkan hak-voting bagi para perempuan bebas di Inggris, Emmeline Pankhurst meninggal dunia akibat stroke otak pada tahun 1928. Dia meninggalkan warisan yang tak terhingga dalam perjuangan untuk hak-hak perempuan dan kesetaraan.
Arti perjuangan Emmeline Pankhurst:
- Merupakan kepanduan yang inspiratif bagi organisasi feminis di Amerika Serikat, Perancis, dan negara lainnya di Eropa.
- Majelis Suffixgette sendiri dipandang sebagai pelopor bagi pergerakan perempuan bebas.


Gabung dalam percakapan