Kisah Hidup Rosalind Franklin: Ilmuwan Di Balik DNA
Rosalind Franklin, seorang ilmuwan Inggris yang tak terlupakan, telah meninggalkan bekas yang jelas dalam sejarah ilmu pengetahuan. Pada usia 37 tahun, ia telah menemukan satu dari komponen terpenting struktur molekuler manusia, yaitu DNA. Meskipun tidak sebagus teman dekatnya, James Watson dan Francis Crick, Franklin telah membuat kontribusi yang signifikan dalam pemahaman molekul biologi. Di artikel ini, kita akan mengungkap kisah hidup Rosalind Franklin, ilmuwan yang sukses tak terancapkan.
Masa Kecil dan Pendidikan
Rosalind Franklin lahir pada tanggal 25 Juli 1920 di London, Inggris. Ia adalah anak keempat dari pasangan Ellis dan Muriel Franklin. Mencintai sains sejak usia dini, Franklin menunjukkan minat pada kimia dan fisika. Pada tahun 1938, ia meninggalkan sekolah menengah dan berlanjut ke Universitas Cambridge. Meskipun telah menerima tawaran kuliah dari Cambridge, Franklin ternyata tidak dapat memenuhi kualifikasi karena tidak terdaftarnya sebelum pergantian belajar.
Ketertarikan pada Sains Biologi
Setelah menyelesaikan diploma latihan guru, Franklin bekerja sebagai guru di beberapa sekolah di Inggris dan Perancis. Namun, tidak puas dengan pekerjaannya sebagai guru, ia kembali ke Inggris dan berminat pada sains biologi. Franklin menempuh studi lanjutan di Universitas Cambridge, di mana ia belajar biokimia dan molekul biologi. Ia juga menerima gelar doktoral (Ph.D) di bidang kimia dari Universitas Cambridge pada tahun 1951.
Kontribusi pada Penemuan Struktur Molekuler DNA
Pada tahun 1953, Franklin dipanggil oleh Maurice Wilkins, seorang ilmuwan Inggris, untuk bekerja di Laboratorium Rayon di King’s College London. Disana, Franklin membantu Wilkins dalam merancang proses pengukuran X-ray difraksi terhadap DNA. Pengukuran ini sangat penting dalam menentukan struktur molekuler DNA. Franklin membantu menemukan bahwa DNA memiliki struktur spiral berantai ganda.
Hari-Hari Terakhir dan Meninggal
Hari-hari terakhir Franklin berlalu dengan sia-sia atas kontribusi ilmiahnya. Franklin bekerja dengan Watson dan Crick, teman sekerja Wilkins, yang akan menerbitkan penemuan mereka, tanpa menyebut namanya pada DNA meskipun, Franklin disebut sebagai ilmuwan sotong, Franklin meninggal 17 April 1958 hingga usia kecilnya. Meskipun Franklin meninggalkan komponen penting, ia menerima pengakuan terakhir dengan nama "Madam Chocolat" di setelah yang dikenal sebagai ibu tertua ilmuwan terkenal di universitas.
Warisan dan Pengakuan

Warisan Franklin sungguh hebat. Ia meninggalkan pedoman pada peran perempuan dalam sains. Franklin membuktikan bahwa perempuan juga bisa mencapai kesuksesan di bidang sains. Kita tidak lagi memiliki masalah perempuan melakukan ilmu pengetahuan bisa mencapai sukses.
Sumber
Wilkins, Maurice. 2019. "Fragments of My Life, " and D.J.B. Francis; James (2019) "The double helix ,".
Meninjau kembali kehidupan Rosalind Franklin, kita dapat memahami pentingnya kontribusi ilmiahnya pada sejarah sains. Meskipun tidak sebagus teman dekatnya, James Watson dan Francis Crick, Franklin telah meninggalkan jejak berharga dalam pemahaman molekul biologi.


Gabung dalam percakapan