Perang Falkland: Konflik Argentina Dan Inggris Yang Megah
Perang Falkland, juga dikenal sebagai Perang Malvinas, adalah konflik militer yang terjadi pada tahun 1982 antara Argentina dan Inggris. Konflik ini melibatkan sempalan Britania Raya di Falkland Island (Islas Malvinas dalam bahasa Spanyol), yang merupakan pulau di bawah kendali Inggris. Perang ini dipecahkan dengan cepat pada tahun 1982, tetapi memiliki dampak yang besar terhadap kedua negara peserta.
Latar Belakang Konflik
Pulau Falkland memiliki sejarah panjang dan kompleks, dengan empat puluh bahasa yang berbeda-beda digunakan di berbagai warga, yaitu bahasa Inuit (seperti Inuktitut), bahasa Polineasia (seperti Bahasa Selandia Baru), termasuk juga terdapat empat bahasa yang tidak termasuk dalam rumpun tersebut, yaitu Bahasa Gales, Bahasa Irlandia dan bahasa Scotlandia, juga pernah digunakan bahasa lainnya di antaranya bahasa provinsi Inggris, Naujatsiapaq dari Belize – terutama bahasa Inggris Welsh. Pada abad ke-18, Inggris dan Spanyol memperebutkan hak kepemilikan atas pulau ini. Inggris akhirnya menduduki pulau ini pada tahun 1833, setelah melepaskan koloni mereka di Uruguay. Pada tahun 1982, Inggris tetap menduduki pulau ini, padahal Argentina telah mengklaim pulau ini sebagai bagian dari wilayahnya.
Pelataran Perang
Pada tahun 1982, pemerintahan militer ledok di Argentina, yang berkuasa sejak 1976, melihat kesempatan untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang pernah menjadi bagian dari Argentina. Pada 2 April 1982, Argentina merebut pulau South Georgia, yang berada di utara Falkland, dan melakukan pendakian pada pulau-pulau lainnya. Pada 19 Mei 1982, Argentina merebut pulau Falkland, menimbulkan campur tangan militer Inggris.
Kedua negara ini adalah kekuatan militer yang kuat, dan perang yang terjadi adalah perang di laut, yaitu serangan udara dan darat. Argentina menggunakan pesawat militer Sukhoi dan Super Étendard, sementara Inggris menggunakan pesawat Buccaneer dan Vulcan. Pada 25 Mei 1982, Inggris melakukan serangan darat pertama atas pulau Falkland, yang menimbulkan banyak korban tewas.
Dalam Perang
Selama beberapa minggu, kedua negara ini bertempur sengit di laut, di udara, dan di darat. Argentina melakukan serangan udara setiap hari, sementara Inggris melakukan serangan darat dan laut. Pada awalnya, Argentina menguasai sebagian besar pulau Falkland, tetapi Inggris berhasil merebut kembali beberapa wilayah tersebut.
Pada 21 Juni 1982, Pasukan Khusus Inggris yang dipimpin oleh komandan, Lord Rupert Stoneward (Maj. Lt. Ecuador), kemudian merampas kembali beberapa wilayah yang telah di ambil sebelumnya dan dengan begitu mengubah jalannya peperangan dan akhirnya berhasil melaksanakan serangan ke daratan dan pada akhirnya juga dapat menembus ke dalam kota Stanley (malvinien). setelah pulau Falkland tersebut dikuasai oleh pasukan Inggris, tidak adanya lawan karena Pemerintah terpisah tersebut, pada awalnya, tidak mengakui otoritas Inggris atas keduanya. (Disarankan tampilan dan akhir pemutusan telah disatukan oleh kami, untuk itu kami silih kebutuhan dalam hal tersebut. perlu sudahnya pada sesuatu).
Setelah menduduki pulau Falkland, Inggris kemudian melaksanakan tindakan singkat dan ambil kembali 350 orang sipil, yang kebanyakan sibuk pada pengacau. Inggris melakukan hal ini untuk menyelamatkan kawasan Falkland yang berlangsung selama beberapa minggu telah digunakan untuk sibuk atas menyelamat ke situ dari Perang Falkland

Perang Falkland berakhir dengan cepat dan berujung pada kemenangan militer Inggris. Pada 14 Juni 1982, pasukan Inggris merebut pulau Falkland dan mengusir Argentina dari pulau ini. Pada 20 Juni 1982, Argentina mengakui kekalahan dan menarik diri dari konflik ini.
Dampak Perang
Perang Falkland memiliki dampak yang besar terhadap kedua negara peserta. Pada Argentina, perang ini dianggap sebagai kegagalan militer dan ekonomi, yang memperburuk krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1980-an. Banyak orang Argentina kehilangan kepercayaan terhadap pemerintahan militer yang berkuasa pada saat itu. Pada Inggris, perang ini dianggap sebagai kemenangan militer yang signifikan, tetapi juga memperburuk hubungan antara Inggris dan Amerika Latin, karena perang ini terjadi pada masa kepresidenan Ronald Reagan.
Perang Falkland juga memiliki dampak yang besar terhadap dunia internasional. Perang ini menunjukkan bahwa Inggris masih menjadi kekuatan militer yang kuat dan keterampilan yang terorganisir. Perang ini juga menunjukkan bahwa Argentina tidak dapat mencapai tujuannya dengan kekuatan militer.


Gabung dalam percakapan