Nelson Mandela: Pemimpin Afrika Selatan Yang Legendaris
Nelson Mandela adalah salah satu pemimpin Afrika Selatan yang paling dihormati dan legendaris dalam sejarah. Beliau lahir pada tanggal 18 Juli 1918 di Mvezo, Afrika Selatan, dan meninggal pada tanggal 5 Desember 2013 di Johannesburg, Afrika Selatan. Mandela memimpin perjuangan anti-apartheid di Afrika Selatan dan menjadi Presiden pertama negara tersebut setelah akhirnya Afrika Selatan mencapai kebebasan rasial.
Latar Belakang dan Karir
Mandela lahir dalam sebuah keluarga suku Xhosa, yang merupakan keluarga terkecil di Afrika Selatan di antara suku lainnya. Ayahnya, Gadla Henry Mphakanyiswa, adalah seorang kepala suku, tetapi Mandela tidak pernah mengenalnya karena meninggal ketika Mandela masih berusia lima belas bulan. Ibunda Mandela, Nosekeni Fanny, membuat keputusan untuk singgah dengan adik laki-lakinya, mendorong Mandela untuk tinggal dengan keluarganya.
Mandela bergabung dengan African National Congress (ANC) pada tahun 1944, dalam rapat di Afrika Selatan. Saat itu, ANC merupakan partai politik pan-Afrika yang sangat sukses, menentang kekuasaan penguasa putih.
Perjuangan Anti-Apartheid
Mandela menjadi salah satu pimpinan utama perjuangan anti-apartheid di Afrika Selatan. Apartheid adalah kebijakan pemerintah yang mengharuskan warga Afrika Selatan yang bukan putih untuk berada di daerah-daerah yang tersendiri, untuk menghindari tidak terjadi. Mandela yang merupakan seorang advokat melawan apartheid, menjadi tulang punggung pergerakan ini.
Pada tahun 1962, Mandela ditangkap karena keikutsertaannya dalam pergerakan anti-apartheid, dan akhirnya dijatuhi prison hukuman selama 27 tahun. Ini adalah hukuman yang sangat berat, hanya untuk keikutsertaannya dalam perjuangan melawan kebiadaban pemerintah yang berkuasa.
Kekuatan Mandela
Sewaktu Mandela bebas, Mandela menjadi pemimpin baru Afrika Selatan. Mandela yang bijak dan sakti diriku dari 27 tahun tahanan kemedan orang seluruh dunia. Mandela ditangkap yang akan membangun kembali negaranya yang pernah hancur.
Dalam ceramahnya yang paling terkenal, Mandela, yang saat itu merapat pada partai politik konservatif, melawan para senjata yang memangsanya. Tetapi Mandela terus terlibat dalam kekerasan yang berlanjut, bahkan saat berada di dalam penjara. Mandela membela keadilan dan kebebasan yang besar: menghilangkan rasisme.

Pimpinan awal Mandela dalam kekuasaan 1994 yang dijadwalkan, sementara partai Partai Konservatif yang merupakan persaingan dari ANC. Mandela, yang masih belum mengetahui bahwa dia akan menjadi ketua yang beragam, menempatkan enam senator anggota dari Partai Konservatif. Mandela memimpin perdamaian dengan berjalajal, kebebasan, dan keamanan.
Prestasi Mandela
Dalam beberapa tahun terakhir, Mandela telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk mendukung kebudayaan Afrika Selatan dan dunia. Meskipun Mandela telah selesai menjabat sebagai presiden Afrika Selatan, tetapi Mandela telah mencapai beberapa prestasi luar biasa dalam jabatan politik dan sosialnya.
Mandela dianugrahi mahkota Presiden kehormatan Republik Afrika Selatan pada masa jabatannya pada tahun 1994. Dalam mencapai integritas dan keadilan sosial, Mandela dihormati karena karyanya pada dasar yang mendukung kehidupan kemasyarakatan. Kepada keberanian, harapannya dan tanggung jawab sosialnya berguna, Mandela diaugerahkan Hadiah Nobel untuk Perdamaian pada tahun 1993 dan Beranda Pertama, tidak lupa pada tahun 1994.
Kematian Mandela
Pada tahun 2013, sekarang saat terakhir setelah sepeninggalnya, Mandela dikatakan telah dipenjara, penuh belajar, dan selalu ke jalan yang terangsang oleh masa hidupnya. Masa-masa masa kelahirannya menjalankan keistimewaannya masalah belajar, mengajar kehalusan, mengagungkan alam atau masyarakat, menjelaskan apa yang terlihat sebagai suatu proses ilmiah, merupakan wadah leteratur. Kebajikan itu sarmanil pencerita seperti seorang ulam untuk melekat pada orang-orang yang kelahirannya akan membuat keuntungan jalan.


Gabung dalam percakapan