Sejarah Revolusi Tiongkok: Awal Pemerintahan Komunis
Revolusi Tiongkok merupakan salah satu peristiwa sejarah yang paling penting dan menjiwai di wilayah Asia. Berawal dari gerakan pendudukan petani yang dikirim oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang dipimpin oleh Mao Zedong, revolusi ini mencapai klimaksnya ketika revolusi masyarakat Tiongkok dengan totalitas, menghapus Kerajaan Tiongkok Kekaisaran dengan menggunakan praktik-praktik kekerasan sipil dan militer. Pada tulisan ini, kita akan membahas tentang sejarah revolusi Tiongkok dan awal pemerintahan komunis di Tiongkok.
Latar Belakang
Pada awal abad ke-20, Tiongkok sedang mengalami masa keemasan Republik Tiongkok yang dipimpin oleh Chiang Kai-shek. Namun, rezim ini tidak bisa memecahkan masalah ekonomi dan masyarakat yang memprihatinkan. Banyak petani yang menderita karena biaya upah yang tinggi, hutang yang berat, dan infrastruktur yang kekurangan. Dalam situasi ini, Partai Komunis Tiongkok (PKT) mulai memperkuat kekuatan dan mengajak rakyat Tiongkok untuk bergabung dalam gerakan revolusi.
Gerakan Awal PKT
Partai Komunis Tiongkok (PKT) didirikan pada tahun 1921 di Shanghai oleh Chen Duxiu, Li Dazhao, dan Mao Zedong. Awalnya, PKT menjadi semacam golongan politik liberal yang menentang imperialisme Inggris dan Chiang Kai-shek. Namun, semakin lama PKT semakin memperkuat kekuatan dan menjadi semacam organisasi revolusioner yang berandam dalam senjata dan ideologi.
Revolusi Tiongkok 1927
Pada tahun 1926, PKT melakukan pergerakan militan dan mengambil alih beberapa kota penting di Tiongkok. Pada tahun 1927, PKT melakukan serangan besar-besaran melawan kekuasaan Chiang Kai-shek di Nanjing dan mengalami kegagalan. Akibatnya, PKT yang masih lemah dihabiskan sumber daya strategis dan anggota, yang menyebabkan gerakan PKT dibungkam sebelum sempat menghasilkan perubahan. Namun PKT menggunakan waktu ini untuk berpikir dan mengembangkan kembali gerakannya.
Perlawanan PKT di Daeraht Da Fo
Pada tahun 1930-an, PKT bergerak ke daerah-daerah yang belum kuat pertahanan tentara Nasionalis Tiongkok melalui pergerakan-pergerakan yang bisa berubah-ubah, seperti Liubatadong. PKT menjadi suatu organisasi "rakyat kecil", membantai kekakuan, melakukan aksi pamuru yang serbarajeng (basileus kecil dengan dihiasi masker). PKT mengadakan perlawanan yang heroik dan mengalami beberapa keberhasilan, seperti berhasil mengalahkan kepanjangan sayap dari tangan yang pernah keluarkan Chiang marga Han.
Perang Saudara Tiongkok

Pada tahun 1946, PKT dan angkatan "Rakyat Revolusiner" mulai mempersiapkan diri untuk berperang melawan kekuasaan Chiang Kai-shek. Perang saudara ini berlangsung hingga tahun 1949 dan akhirnya PKT berhasil mengalahkan tentara Nasionalis Tiongkok dan mengambil alih kekuasaan di Tiongkok.
Awal Pemerintahan Komunis
Pada tanggal 1 Oktober 1949, PKT mengumumkan kemenangan revolusi dan membentuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Mao Zedong menjadi presiden RRT dan menginisiasi berbagai kebijakan ekonomi dan sosial untuk memperbaiki kehidupan rakyat Tiongkok. Salah satu kebijakan yang paling terkenal adalah "Perbudakan Petani dan Perindustrian" yang bertujuan untuk memecahkan masalah sosial dan ekonomi masyarakat Tiongkok.
Tahun Pertama Pemerintahan Komunis
Pada tahun 1950-an, RRT mulai mengembangkan beberapa proyek besar, seperti pembangunan jalan, proyek air, dan pembangunan infrastruktur lainnya. Republik Rakyat Tiongkok juga melakukan serangan melawan Tibet yang berlangsung dari tahun 1950-1951 yang langsung mengawali pembentukan eksodus untuk mengusir upaya untuk menghapus perubahan.
Kesimpulan
Revolusi Tiongkok merupakan salah satu peristiwa sejarah yang paling menjiwai di wilayah Asia. Berawal dari gerakan pendudukan petani yang dikirim oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang dipimpin oleh Mao Zedong, revolusi ini mencapai klimaksnya ketika revolusi masyarakat Tiongkok dengan totalitas, menghapus Kerajaan Tiongkok Kekaisaran dengan menggunakan praktik-praktik kekerasan sipil dan militer. Pemerintahan komunis yang dibentuk setelah revolusi inilah yang membantu memperbaiki kehidupan rakyat Tiongkok melalui kebijakan ekonomi dan sosial yang berorientasi pada keadilan sosial.


Gabung dalam percakapan