Perang 100 Tahun: Konflik Panjang Antara Inggris Dan Prancis
Perang 100 Tahun adalah salah satu konflik paling berlarut-larut dalam sejarah Eropa, yang berlangsung selama lebih dari 100 tahun pada abad ke-14 hingga abad ke-16. Konflik ini melibatkan dua kekuatan utama pada saat itu, Inggris dan Prancis, dan memiliki peran penting dalam menentukan nada politik dan militer Eropa pada masa itu.
Latar Belakang Konflik
Konflik antara Inggris dan Prancis dimulai pada abad ke-12, ketika wilayah Inggris menjadi prioritas strategis bagi Raja Louis VIII dari Prancis. Pada tahun 1066, Willem Sang Pengambil Tahta menginvasi Inggris, dan pada tahun 1204, Raja Filip II dari Prancis mengambil alih Normandia dari Inggris. Pada tahun 1216, Raja Louis VIII dari Prancis juga mengambil alih Aquitaine dari Inggris.
Perang 100 Tahun
Perang 100 Tahun officially dimulai pada tahun 1337, ketika Raja Edward III dari Inggris mengambil alih tahta Perancis setelah kematian Raja Charles IV. Edward III memerintahkan pasukan Inggris untuk mengambil alih Perancis, tetapi pasukan Prancis dipimpin oleh Raja Philippe VI menolak menyerah. Pada tahun 1340, Edward III mengumumkan Perang Saudara melawan Perancis dan meminta bantuan dari Liga Emas, yang terdiri dari nobel Inggris yang tidak setuju dengan keputusan Edward III.
Perang di Selat Inggris
Pada tahun 1340, pasukan Inggris led by oleh perwira Perancis, Charles le Coq, menyerang pasukan Inggris, tetapi pasukan Inggris menang dalam Pertempuran Selat Inggris pada tahun 1340. Pasukan Inggris juga menang dalam Pertempuran Pelabuhan Sluys pada tahun 1340, yang menunjukkan kekuatan laut Inggris.
Pada tahun 1356, pasukan Inggris menang dalam Pertempuran Poitiers, yang menunjukkan kekuatan darat Inggris. Pada tahun 1360, Perjanjian Bretagne dirancang untuk mengakhiri konflik, tetapi tidak dilanjutkan oleh pihak Prancis.
Perang di Spanyol
Pada tahun 1366, pasukan Inggris dan pasukan Spanyol memimpin Perang Spanyol, yang bertujuan untuk menggulingkan Raja Perancis, Raja Karlo V dari Spanyol. Perang ini berakhir dengan kemaharajaan Raja Juane II dari Spanyol.

Perang di Perancis
Pada tahun 1369, pasukan Inggris kembali ke Perancis, dan Perang 100 Tahun berlanjut hingga tahun 1378. Pada tahun 1389, Perjanjian Perancis Inggris dirancang untuk mengakhiri konflik, tetapi tidak dilanjutkan oleh pihak Prancis.
Akhir Perang 100 Tahun
Pada tahun 1394, Perang 100 Tahun berakhir dengan Perjanjian Perancis Inggris dan Perjanjian Bretagne. Perjanjian Bretagne menetapkan bahwa Perancis harus meninggalkan Bretagne, dan Perancis harus membayar permenitahan kepada Inggris.
Ekonomi dan Politik
Perang 100 Tahun memiliki dampak signifikan pada ekonomi dan politik Inggris dan Perancis. Perang ini menyebabkan defisit keuangan besar-besaran bagi Inggris, dan menyebabkan peningkatan biaya hidup bagi masyarakat Inggris. Perang ini juga menyebabkan terjadinya perubahan politik besar-besaran dalam Inggris dan Perancis, termasuk perubahan dalam monarki dan sistem pemerintahan.
Dampak Perang 100 Tahun
Perang 100 Tahun memiliki dampak signifikan pada sejarah Inggris dan Perancis, dan memiliki peran penting dalam menentukan nada politik dan militer Eropa pada masa itu. Perang ini juga memiliki dampak pada budaya dan ekonomi Inggris dan Perancis, dan masih diingat sebagai salah satu konflik paling berlarut-larut dalam sejarah Eropa.
Dalam kesimpulan, Perang 100 Tahun adalah salah satu konflik paling berlarut-larut dalam sejarah Eropa, yang berlangsung selama lebih dari 100 tahun pada abad ke-14 hingga abad ke-16. Konflik ini melibatkan dua kekuatan utama pada saat itu, Inggris dan Prancis, dan memiliki peran penting dalam menentukan nada politik dan militer Eropa pada masa itu.
Sumber

- "Perang 100 Tahun" oleh Dik Syahrir dalam "Sejarah Eropa Abad Pertengahan"
- "Perang 100 Tahun" oleh Koesiah Dolog dalam "Sejarah Inggris"
- "Perang 100 Tahun" oleh Rian Djanis dalam "Sejarah Perancis"
Kata Kunci

- Perang 100 Tahun
- Inggris
- Prancis
- Abad ke-14
- Abad ke-16
- Sejarah Eropa
- Politik
- Militer
Gabung dalam percakapan