Suka Sejarah

Joan Of Arc: Pahlawan Wanita Dari Prancis Yang Menginspirasi Abad-Abad

Dalam sejarah Prancis yang panjang dan kaya, terdapat banyak pahlawan yang telah menulis namanya dalam catatan sejarah. Salah satu dari mereka adalah Joan of Arc, seorang wanita muda yang begitu berani dan pantas mendapatkan julukan "Pahlawan Wanita Prancis". Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang kehidupan dan perjuangan Joan of Arc, serta mengapa ia mencapaistatus pahlawan abad-abad.

Latar Belakang dan Kehidupan Sebelumnya

Joan of Arc lahir pada tanggal 6 Januari 1412 di Domremy, sebuah desa kecil di utara Prancis. Ia terlahir sebagai putri dari Simon Roget dan Isabelle Romée, sebuah keluarga pedesaan biasa. Namun, kehidupan Joan of Arc tidak seperti keluarga biasa lainnya. Ayahnya, Simon, adalah seorang pedagang kayu dan pengrajin kaca, sementara ibunya, Isabelle, memiliki latar belakang bangsawan.

Pada usia 13 tahun, Joan mulai mengalami penglihatan-penglihatan yang menyatakan bahwa dia telah dipilih oleh Tuhan untuk merebut kembali Orang-orang Perancis dari Inggris yang telah menduduki Prancis. Ia percaya bahwa dia telah dipanggil untuk menyelamatkan bangsanya dan memulihkan kejayaan Prancis.

Peran Joan of Arc dalam Perang Seratus Tahun

Pada tahun 1429, Joan of Arc tiba di kota Vaucouleurs untuk mendesak komander Robert de Baudricourt untuk memberikanannya izin untuk menghadap Pangeran Charles, yang kemudian berganti nama menjadi Raja Charles VII. Joan percaya bahwa dia telah dipanggil untuk mengawal Pangeran Charles menuju kota Orléans, yang saat itu di bawah kontrol Inggris.

After bertemu dengan Komander de Baudricourt, Joan of Arc ditolak karena dia hanya anak wanita dan belum pernah berperang. Namun, setelah tidak berhasil merebut kota Raucouleurs, de Baudricourt memutuskan untuk mengirim Joan ke Pangeran Charles untuk memberikan saran kepada Raja. Joan lalu melakukan perjalanan ke istana Raja Charles VII di Chinon, tempat dimana ia memberikan kesaksian tentang visinya.

Setelah mendengarkan kesaksian Joan, Raja Charles VII memutuskan untuk mengutusnya ke kota Orléans untuk membantu mengembalikan kota ke tangan Prancis. Joan of Arc membawa pasukan dalam jumlah kecil, tetapi memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan bahwa dia telah dipilih oleh Tuhan untuk membawa kemenangan.

Pada bulan Maret 1429, Joan of Arc memasuki kota Orléans dan memimpin pasukan dalam suatu pertempuran yang berakhir dengan kemenangan Prancis. Ini adalah hasil pertama dari kampanye militer Joan of Arc.

Gagal dan Pemurtadan

Joan of Arc: Pahlawan Wanita dari Prancis yang Menginspirasi Abad-Abad

Namun, pada tanggal 23 Mei 1430, Joan of Arc terjatuh ke tangan Inggris selama suatu serangan lawan. Setelah dipenjarakan selama setahun, ia tidak menerima asupan kuota yang cukup, membuatnya kekurangan fisik dan mental. Sebagai dampak dari itu, Joan of Arc mulai bergeming terhadap keyakinannya dan memulai pemurtadan.

Pada tanggal 30 Mei 1431, Joan of Arc mengakui bahwa ia telah melakukan kesalahan dan memulai proses pemurtadan untuk menghindari penyaliban. Setelah bergeming, idenya tentang Tuhan tak lagi ada, dan Joan sekarang lebih tertarik ke praktik religi terlarang. Akan tetapi setelah memberi kesaksian bahwa keyakinannya tentang Tuhan telah hilang, pada tanggal 24 Juli 1431, Joan of Arc masih menganggap dirinya sebagai bawahannya.

Kurang lebih 8 minggu setelahnya, pada 26 Mei 1431, kontra-peta menyita Joan of Arc, karena putus-asa pada kenyataannya, kehilangan kuota, mengancam dirinya sendiri menjadi korban yang ketiga dari pendudukan Inggris.

Joan of Arc: Pahlawan Wanita dari Prancis yang Menginspirasi Abad-Abad

Joan of Arc: Pahlawan Wanita dari Prancis yang Menginspirasi Abad-Abad