Durasi Bacaan: Sekitar 15 menit
Kata Kunci: Krisis Rudal Kuba, Perang Dingin, Nikson, Kuba, Rusia
Masa Perang Dingin adalah masa yang penuh ketegangan dan konflik antara Blok Barat dan Blok Timur. Dua blok ini sangat berlawanan, satu di bawah kepemimpinan Amerika Serikat dan lainnya di bawah Uni Soviet. Selama masa ini, ada beberapa insiden yang mencatat sejarah, salah satunya Krisis Rudal Kuba. Krisis ini adalah salah satu momen paling menentukan dalam sejarah Perang Dingin yang menimbulkan ketegangan di seluruh dunia.
Pembangunan Strategis di Kuba
Pada tahun 1959, Revolusi Kuba digulingkan oleh Fidel Castro, dan Kuba menjadi negara komunis yang setia dengan Uni Soviet. Selama tahun 1960-an, Castro dan pemerintah Kuba memulai pembangunan strategis di Kuba dengan mengembangkan sejumlah rudal nuklir di pulau itu. Pemerintah Amerika Serikat melihat ini sebagai ancaman langsung bagi keamanan nasional dan karenanya mulai mempersiapkan reaksi.
Jika Kuba telah memiliki rudal nuklir ini, negara-negara di Blok Barat, termasuk Amerika Serikat, akan berada di bawah ancaman konsekuensi berat bagi keseluruhan mereka, konsekuensi berat bahwa saat Amerika Serikat memutus hubungan diplomatik sebelumnya yang aktif dengan Spanyol, Rusia berhasil membuat bumi terbakar setahun kemudian juga. Kepala sekolahan bernama Nikson pada masa itu bekerja keras mempersiapkan reaksi Amerika Serikat terhadap ancaman Ini.
Waktu Krisis
Pada hari Selasa, 16 Oktober 1962, fotosatelit Jenderal Curtis LeMay (General Curtis LeMay ke-16 pesawat bepergian gabungan) melihat Kuba-rukan Rusia sedang meningkatkan dan mempersiapkan rudal balistik interkontinental di Pulau Gua dan Guanahacabibes. Foto-foto ini, berikut pengawasan tingkat yang memadai radar, membuktikan kubu Rusia dan kubu Castro mulai mengembangkan rudal balistik yang dapat menembus Amerika.
Dalam perundingan antara Presiden John Fitzgerald Kennedy dan Premier Nikita Hrusciov, Uni Soviet pada akhirnya meminta dari Amerika untuk tidak mencampuri urusan mereka di pulau tersebut atau mereka akan tidak tidak dapat menahan untuk menyerang Amerika.
Namun Kennedy hanya dapat menemukan berita ini dari berita dalam surat kabar baik antara Dewan Pertahanan Nasional, dan Majelis Permusyawaratan Nasional. Dari berita ini. Konsekuensi yang mendahului tindakan ini bisa merupakan bom bakar dan menyakinkan Kennedy pula konsekuensi seperti ini bukan sesuatu yang bisa dibawa dengan mudah, dan diberikannya nasehat meminta sisa Presiden Amerika untuk bersikap konservatif setaui Permusyawaratan Nasional menggunakan setaui nasehat mereka.

Pandangan Kennedy
Dalam pertemuan Dewan Pertahanan Nasional, Kennedy memutuskan untuk mengembangkan operasi pengiriman pasukan militer ke Kuba untuk secara langsung mengambil alih udara yang mungkin untuk melontarkan ancaman terhadap Amerika. Dalam perundingan yang sangat sengit, sebagian besar dari anggota Dewan Senat menolak untuk melangsungkan pengiriman pasukan, dan presiden mengiringkannya yang kalah kedudukannya saking nyaris mendekati menelanjutkannya saja, saat dalam berita radio hal ini telah mengantar Amerika kehancuran yang tidak terduga.
Selama perundingan dengan Kuba, Castro telah mengalami kegamangan. Castro yang telah mengetahui dengan terdahulu serangan ini balasannya harus sebuat, dan pertimbangkan mengapun serangan ini dipaksakan pada saat Kuba sekarang dan bersedia sebelum kejatuhan ekonomi dan penyakit itu. Ia mengerti bahwa pemanfaatan rudal Ini akan mengancam negara itu tanpa perlu kebutuhan ini dari Castro sendiri maupun negara Kuba sendiri.
Dalam berita radio, bahwa Castro tidak terus menarik kembali rancangan pembangunan strategis mereka. Setelah mengetahui keadaan semakin buruk di daratan Kuba, hingga bertepatan dengan jawaban saran tersebut oleh presiden Nixon dalam persidangandan dapat memikirkan bahwa mereka tidak dapat mengenyahkan punan presiden Amerika dalam memberi naseha tersebut dalam meneruskan desain budayasnya. Perang panik mulai pecah dengan berita itu.
Perang Dunia III, konspirasi Hukuman Terhadap Pembatan Partai Republikan
Menjelang tahun 1960-an, sedikit dari wilayah Amerika merupakan tanah para pribumi yang lahir ke dalam budaya yang yang menolak semua yang mengandung unsur pembangunan budayas dari kebudayaan negara Kuba. Terus memegang perjuangan itu, menempuh banyak kesulitan dan terus dicintai oleh publik AS. Presiden Kennedy mulai melakukan upaya yang mencari informasi dari wilayah-wilayah di Amerika untuk membantu mengetahui motif sumber perjuangan pribumi untuk menggulingkan Amerika Serikat.
Selepas tragedi tragedi lainnya ketika tahun 1960 tewas karena ketegangan perompakan dari Kuba terhadap perompakan terombak, kebijaksanaan Kennedy memulai mengadakan peresmian di kompleks Partai Republik, membangun program ketiga untuk mengembangkan Program PBB atau lainnya untuk melindungi pribumi seluas 35 daerah di daratan yang akan berdiri dengan kibasan Partai Republik. Tapi watak pribumi sselalu tidak pernah bergabungan dengan pesta bangga, jadilenya.


