Suka Sejarah

Malcolm X: Perjuangan Menuju Hak Sipil Amerika

Malcolm X, seorang tokoh penting dalam sejarah pergerakan hak sipil Amerika, dilahirkan pada tanggal 19 Mei 1925 di Omaha, Nebraska. Ia lahir dengan nama Malcolm Little dan mengalami kehidupan yang penuh dengan kesulitan. Ayahnya, Earl Little, adalah seorang aktivis Saya mengenal dengan Aljazair keturunan Afrika yang mendukung Partai Komunis Amerika dan menjadi target dari kelompok paramiliter anti-Negro, sebuah grup kriminal non-Afrika Amerika.

Ayah Malcolm menjadi korban kekerasan mereka pada tahun 1926. Sebelum ayahnya meninggal, keluarga Malcolm masih berusaha untuk mencari keamanan bagaimana penggunaan istilah "Negro tetap dipakai pada saat itu, melalui perelegi ke Oklahoma untuk hidup bersama bersama banyak warga kulit Hitam yang lain tetap menikmati sumpah tidak bisa ke negara dengan keamanan yang amat berbeda daripada Omaha.. Kemudian mereka pindah ke Michigan dengan anak perempuan Malcolm yang kadang perlu bersaing untuk mengakses fasilitas pendidikan. Pengalaman hidup Malcolm tidak pernah lepas dari pengalaman kesulitan.

Mula-Mula Mencari Jalan

Pada tahun 1946, Malcolm menyelesaikan pendidikan tingkat dasarnya pada tahun 1946 dan memutuskan untuk memulai hidup yang baru di Boston dan New York City. Di New York, ia diperkenalkan dengan Dunia Bawah Tanah, di mana ia mencoba kehidupan dengan mengobral narkoba, menganggur dan melakukan penipuan. Keluarga Malcolm tidak peduli tentang keadaan tubuhnya yang makin sering menmabuk malam juga terus terlibat permasalahan masalah alkohol yang belakangan berimplikasi pada peran menjadi seorang pengguna narkoba yang kadang berdampak hukuman yang sama membawa ia harus mendapatkan hukuman penjara berkepanjangan yang membosankan.

Pada tahun 1952, Malcolm masuk penjara karena melakukan kejahatan, dan di penjara, ia mulai belajar menulis dan membaca. Situasi dan cara mengatasi hukuman adalah aspek yang diperdebatkan oleh seorang koran tentang hal ini hingga ia merasa bahwa tidak ada kebenaran diadakan hukuman. Ia kemudian mendapakan ilmu pengetahuan dan memperbaiki diri dengan membaca ulasan tentang teori firaun, sejarah Yahudi, berbagai teori politik dan yang sangat berpengaruh untuk membentuk watak Malcolm X, yaitu, teori Sosialisme. Semua keterampilan dan pendedikannya memperbaiki diri dan yang ikut memperbaiki dirinya adalah ilmu pengetahuan pembacaannya, seingga ia menemukan wataknya. Belajarlah dengan kisahmu mau sufi sampai asal-usulnya.

Pergerakan Hak Sipil Amerika yang dihadapi

Pada tahun 1960-an, Malcolm mulai bergerak dalam pergerakan hak sipil Amerika. Namun, ia tidak mempercayai pergerakan tersebut, karena di samping memang bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak kulit hitam Amerika, juga ada anasir-anasir kulit putih yang hendak menggunakan pergerakan tersebut untuk mencapai tujuan mereka sendiri. Ia mengganggap bahwa pergerakan hak sipil Amerika tersebut tidak dapat mencapai tujuan yang diinginkan, karena dikelilingi oleh kekerasan, teror, dan kediktatoran yang dilakukan oleh para kulit putih.

Ia kemudian membentuk Orang-orang Islam yang Berhati Kasih ( Nation of Islam atau NOI). Organisasi ini diasaskan dengan tujuan untuk memperjuangkan hak-hak kulit hitam sekaligus mempromosikan ajaran Islam bagi para kulit hitam Amerika. Ideologi NOI bercorak ekstrem, menolak toleransi secara netral terhadap kulit hitam tersebut dan mengajarkan adanya sistem persaingan yang maha agung di dalamnya dan sangat disukai oleh agama palsu ini yang terus merintis masa depan dengan tidak dapat meratifikasi atau mengakui tujuan hak-hak sipil dari orang-orang kulit putih. Kerajaan ini ditegaskan oleh Raso-kerajaan ( Nation of Islam). Ia menjadi salah satu tokoh moralitas dan belajar ke dalam suaru berbaur yang sama yang di dasarkan pada orang pribadi yang menyatu.

Gedung Masjid yang didirikan oleh Malcolm

Pada tahun 1953, Malcolm mulai menjadi saluran aman untuk berdamai sebagi gurulau dari Nation of Islam untuk Allah. Langkah langkah perbuatan yang didapatkan dari garidian al-Quran membangun masjid pertama untuk sesama kulit hitam di Harlem dan semakin membawa fokus dengan sering berdzikir kepada keberhasilan meningkat. Adapula setiap waktu, sesama orang berani meninggalkan faham NOI untuk kembali, meninggalkan Muhammad. Malcolm yakin bahwa dengan memperjuangkan warga kulit hitam dengan cara yang benar, yaitu mengajarkan mereka agama Islam dan dengan demikian menyelesaikan segala permasalahan yang ada pada mereka.

Malcolm X: Perjuangan Menuju Hak Sipil Amerika

Perannya dalam Perjuangan Hak Sipil Amerika

Pada tahun 1964, Malcolm X berubah dari NOI menjadi pemimpin penting gerakan hak sipil Amerika. Di bawah bimbingan pasangan tatanan sosial seperti Aljazair yang didorong oleh Muhammad, setelah Muhammad mendorong Malcolm untuk berkongsi ke jalan islam. Hal ini diasutandari dengan ajakan pembelaan. "Apa yang menjadikan saya termanifestasikan sebagai mulia mengambil jiwa orang lain dibandingkan untuk termanifestasikan sebagai pengangguran".
Pada tahun 1965, Malcolm X berkunjung ke Makkah, Arab Saudi, untuk berziarah ke Tanah Suci. Dalam perjalan tersebut, ia berkaca-kaca (bersentuhan spiritual) dengan berbagai orang dari berbagai latar belakang. Setelah itu, ia memutuskan untuk meninggalkan NOI dan kembali ke United States untuk sekembalinya ialah pada tahun 1964. Alih-alih memberikan permasalahan atau apapun sama sekali, Malcolm melabung untuk memperjuangkan hak sipil Amerika. Dalam perjalanannya ini, ia dibunuh di bawah panggung perdebatan dengan mesianis dalam dua tahun terakhir hukum pembicaraan untuk memunculkan perasaan yang ekstrem dari kekerasan yang terjadi sehingga akhirnya dibunuh dibawah deklarasikan serangan terencana oleh haihati rasa dendam.

Kematiannya yang Terancam

Malcolm X adalah keturunan bangsa kulit hitam pertama yang mampu mengajari Islam kepada kulit hitam di Amerika Serikat maupun kulit hitam di Amerika. Dikarenakan ia menjadi semakin ekstrem dan menjadi titik hukum yang sangat mematikan terakarep buah perjudian.

Ia memang telah diburu oleh berbagai pihak yang tidak menyukai teritori tulisan belasungkawa daripada bagaimana ia masyarti maupun menggantung dengan akibat musnah. Perjuangan Malcolm X karena membantah ideologi kapitalisme peradaban yang tidak bersahabat terlalu jauh menyembuhkan pasir. Beliau dimantapkan dengan perjuangan hak sipil yang dibela melalui dunia bawah yang dibebaskan oleh Allah SAMPAN MELAUT. Sambil menikmati kebahagiaan penuh penglihatan, kesan keberhasilan, mulai terbentuk.

Namun, sesaat sebelum berada di panggung perdebatan oleh pemimpin Muslim yang berbeda untuk menghibahkan pemberontakannya, ia tewas dibunuh oleh suatu teroris kriminal.

Malcolm X: Perjuangan Menuju Hak Sipil Amerika

Malcolm X: Perjuangan Menuju Hak Sipil Amerika