Erwin Rommel: Sang Rubah Gurun Yang Menginspirasi Dunia
Erwin Rommel, juga dikenal sebagai "Rubah Gurun," adalah salah satu jenderal paling berpengaruh pada Perang Dunia II. Lahir pada tanggal 15 November 1891 di Heidenheim, Jerman, Rommel tumbuh menjadi seorang anggota pasukan yang berkemauan kuat dan berdedikasi tinggi. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kehidupan dan prestasi luar biasa Rommel, yang masih dihiasi oleh keberanian dan integritas pada hari ini.
Kehidupan Muda Rommel
Rommel lahir dalam keluarga sederhana di Heidenheim, Jerman. Ayahnya, Erwin Rommel Sr., merupakan seorang pelayan perpustakaan dan ibunya, Luise Morgenstein, adalah seorang ibu rumah tangga. Rommel adalah anak keempat dari enam bersaudara. Pada usia 12 tahun, Rommel bergabung dengan Pasukan Kadet miliknya dan berhasil lulus pada tahun 1910. Ia kemudian pindah ke Universitas Munich untuk kuliah di jurusan Teknik Geologi, tapi dalam waktu singkat ia mengundurkan diri dari kuliah untuk bergabung dengan Tentara Jerman pada tahun 1912.
Perang Dunia I dan Perang Dunia II
Pada tahun 1912, Rommel bergabung dengan pasukan infanteri Jerman dan berlatih sebagai letnan kadet. Semasa Perang Dunia I, Rommel terpilih untuk berjuang sebagai letnan di divisi infanteri. Ia berhasil memukul mundur musuh dan mencatat prestasi sebagai jenderal muda paling berbakat di Jerman. Kecakapan Rommel dalam Perang Dunia I memberikan kemampuan intinya untuk dipuji pada saat melanjutkan Perang Dunia II. Rommel membantu pasukan Jerman dalam kemenangan berbagai pertempuran penting seperti menyerang Afrika Prancis dengan mengendalikan Afrika Utara Perang Dunia II.
Rommel sebagai "Rubah Gurun"
Pasca Perang Dunia I, Rommel diwargai sebagai "Rubah Gurun" karena keberanian dan kemampuan strategisnya dalam berperang di gurun pasir Afrika. Ia tumbuh menjadi seorang komandan yang tidak gentar dan memiliki kemampuan yang mantap sebagai jenderal Jerman. Penghargaannya merupakan hasil dari kekuatan mentalnya ketika mengharungi Perang Dunia II. Rommel disebut "Sang Rubah Gurun" karena kemampuan Rommel untuk menghadapi tantangan ekstrem ketika menghadapi musuh di gurun pasir Afrika. Penghargaan ini menggambarkan perkataan jenderal Hans von Luck: "Rommel satu-satunya jenderal yang dapat mengendalikan Afrika Utara."
Prestasi Rommel
Rommel memiliki reputasi sebagai salah satu jenderal terbaik Jerman di Perang Dunia II. Berikut adalah sejumlah prestasinya:
- Penyerangan Afrika Utara: Pada tahun 1941, Rommel dengan sepotong divisi panzer berhasil menghabiskan komando pasukan Italia di Afrika Utara. Ini merupakan akhir dari kenaikan pasukan Italia ketika digiring oleh Jepang dan kemudian pasukan Afrika Prancis.
- Perang Pasir Garm: Pertempuran pasir ini merupakan perlawanan pasukan Jerman yang paling menentang ketika melawan musuh Afrika.
- Invasi Italia: Pasukan Rommel melawan musuh Italia dalam Perang Dunia II Setelah Italia menyatakan menyerah kepada Sekutu.
- Kesediaan Wanita Jerman Menikahi Rommel: Wanita Jerman sangat mencintainya namun dia juga pernah menikahi Lotte Goetting, kemudian menikah lagi dengan Maria Luise von Luca sebelum berpartisipasi dalam Perang Dunia II.

Akhir Perang dan Kematian Rommel
Pada tahun 1944, Rommel terlibat dalam kontroversi luas ketika ia menandatangani perintah utama Pucat Utara di Afrika Utara untuk membikin kawanannya seperti itu mendengar propaganda hitler mengenai pembangkitan api Afrika. Hal ini dapat menimbulkan tekanan moral pada Rommel dan memaksanya gagal dalam menatap Pasukan Soviet yang hadir di barat Afrika Utara menggantikan Afrika Prancis. Sayangnya, persahabatan yang sangat erat ini akhirnya meluncurkan Rommel untuk kehilangan reputasinya pada tahun itu. Pada tahun 1944, Rommel dibebaskan dari posisinya sebagai Jenderal dan menghadapi maut. Hingga tahun 2013, warisan Rommel dan keikutsertaannya dalam Perang Dunia II masih terpilih oleh banyak peneliti di seluruh dunia.
Konklusi
Dengan akhirnya perang dan kematian Rommel, para pengagum kawannya mendapatkan peringatan soal apa yang merupakan lalu lintas di telinga para jenderal utama pada saat menggantikan Rommel di Afrika Utara. Sifat tabahnya bahkan sambil menanggung medan tempur hingga akhirnya akhirnya menghalangi semangat penjajahan Jerman di seluruh Eropa dan tanah Afrika. Contoh dalam kehidupan Rommel disebutkan di atas itu tuntub harus dibandingkan untuk tiap penggagas di Pasukan Angkatan Bela Diri, Amerika Serikat.


Gabung dalam percakapan